Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan

Metode-metode yang digunakan untuk menentukan masuknya awal Ramadhan,yaitu:

1. Metode Rukyat Hilal (dengan melihat hilal), dan bila hilal terhalang sehingga tidak terlihat pada saat dilakukan rukyah, maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi tiga puluh hari.

Makna Hilal


Hilal adalah bulan sabit yang menjadi acuan pergantian bulan hijriyah. Hilal terbit di ufuk barat setelah tenggelamnya matahari. Hilal ini sangat tipis, sehingga sulit dilihat (bagi yang belum terbiasa melihat) dengan mata telanjang. Hilal akan terlihat 50 di atas ufuk setelah terjadinya ijtima’ (matahari, bumi dan bulan terletak dalam satu garis) yang biasa disebut dengan konjungsi atau bulan mati. Jarak waktu antara peristiwa konjungsi sampai dengan naiknya bulan pada posisi 50 adalah ± 2 jam. Hilal biasanya tidak lama berada di atas ufuk, sehingga orang-orang yang melakukan rukyat itu mengadakan persiapan sebelum matahari terbenam, sehingga dapat segera mengarahkan pandangannya kearah tempat hilal.

Beberapa hadist disyariatkan melihat hilal sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين

“Berpuasalah jika kalian telah melihat (hilal) bulan, dan berbukalah jika kalian melihatnya pula. Dan apabila bulan tertutup (awan) dari pandangan kalian, maka sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi 30 hari” (HR. Al-Bukhari no. 1909 dan Muslim no. 1081)

Dari Ibnu ’Umar radliyallaahu ’anhuma, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda :

الشهر تسع وعشرون ليلة فلا تصوموا حتى تروه فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين

”Bulan itu ada 29 malam (hari). Janganlh kalian mulai berpuasa hingga melihat bulan. Apabila ia tertutup dari pandangan kalian, maka sempurnakanlah hitungan hari (dalam satu bulan) menjadi 30 hari” (HR. Al-Bukhari no. 1907).

Pada metode inipun, sebagian ulama memakai prinsip Wihdatul Matahali’ (kesamaan masa terbit), dalam arti : apabila ada seorang muslim melihat hilal di suatu daerah, maka umat Islam di daerah lain berkewajiban menyesuaikan. Dan sebagian ulama lain memakai prinsip Ikhtilaful Mathali’  (perbedaan masa terbit), dalam arti : apabila seorang muslim di suatu daerah melihat hilal, maka tidak  mewajibkan umat Islam di daerah lain yang belum melihat hilal untuk berpuasa karenanya.

2. Metode Hisab, yaitu mentakdirkan adanya hilal (dengan ilmu falak). Metode ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW :

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda :

إذا رأيتموه فصوموا، وإذا رأيتموه فأفطروا، فإن غُمَّ عليكم فاقدروا له
“Jika kamu melihat dia (hilal) maka berpuasalah kamu, dan jika kamu melihat dia (hilal) maka berbukalah, jika pandangan kamu terhalang mendung maka perkirakanlah.”[8] (HR Bukhari no 1767; Muslim no 1799; An-Nasa`i no 2094; Ahmad no 7526).

Mutharrif bin Abdullah bin Assyikhir (tokoh tabi’in), Abul Abbas bin Suraij, Ibnu Qutaibah dan lainnya mengatakan : makna  فاقدروا له   ialah “perkirakan hilal itu dengan berdasar hisab/ilmu falak”.

Pada metode ini , sebagian ulama memakai prinsip Wujudul Hilal , dalam arti : Apabila hilal sudah wujud (ada) di atas ufuk dengan tanpa melihat tinggi posisinya, maka ditetapkan keesokan hari sudah masuk Bulan Ramadhan. Dan sebagian ulama lain memakai prinsip Imkaniyatur Rukyah , dalam arti bahwa keberadaan hilal di atas ufuk tersebut harus dalam posisi yang memungkinkan untuk di-rukyah agar bisa dijadikan ukuran penentuan masuknya Bulan Ramadhan.

Penentuan awal bulan termasuk dalam kategori Ijtihadiyah yang hasilnya nisbi (ada kemungkinan benar dan ada kemungkinan salah), sementara kebersamaan dan persatuan antar umat Islam adalah sebuah kepastian. Di samping itu, juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW (yang artinya): Puasa adalah di hari dimana kalian semua berpuasa, berbuka adalah di hari dimana kalian semua berbuka, dan ‘Idul Adha adalah di hari kalian semua berkurban.” (HR Tirmidzi)

Wallohu ‘alam

Sumber referensi :

Panduan Ibadah Ramadhan,IKADI Malang,2012

One thought on “Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s