Archive | April 2011

perhitungan dana pensiun sederhana

Perkenalkan nama saya doni saya ingin sekali mempersiapakan hari tua kami dari sekarang . Saya sebagai seorang karyawan swasta mempunyai kekhawatiran di hari tua / pensiun nanti, terutama masalah finansial.

Saat ini saya berusia 35 tahun dan mempunyai pengeluaran bulanan sebesar Rp 3 juta, saya berencana pensiun pada saat usia saya 60 tahun. Pada masa pensiun nanti saya menginginkan gaya hidup saya tetap seperti saat ini.

Saat pensiun nanti, saya memperkirakan, hanya membutuhkan kira-kira 70% dari pengeluarannya saat ini untuk biaya hidup bulanan karena sudah tidak bekerja lagi.

Demikianlah salah satu pertanyaan dari salah satu klien kami, yang bisa jadi pertanyaan tersebut diatas sama dengan pertanyaan Anda, paling tidak mempunyai kekhawatiran akan hari tua kelak.

Solusi :

Dari data tersebut diatas pengeluaran Pak Rizky di usia 35 tahun adalah Rp 3,000,000 per bulan. Dengan asumsi besar inflasi 5% per tahun maka, Rp. 3,000,000 saat ini nilainya sama dengan Rp. 10,159,065 pada saat Pak Rizky berusia 60 tahun (25 tahun yang akan datang berasal dari 60 – 35= 25).

Sesuai rencana awal, Pak Rizky hanya membutuhkan 70% dari penngeluarannya untuk biaya hidup saat pensiun, yang berarti 70% x Rp. 10,159,065 = Rp. 7,111,345

Berapa uang yang harus dimiliki beliau saat usia 60 tahun agar Return atau hasil investasinya bisa mencapai Rp. 7,111,345 setiap bulannya bulannya.

Dengan asumsi bunga deposito 8% per tahun nantinya, maka diperlukan dana sebesar : Rp. 1,066,701,750 (berasal dari Rp. 7,111,345 x 12) dibagi 8%.

Nilai Rp. 1,066,701,750 adalah mutlak dan harus harus disiapkan untuk kebutuhan pensiun. Atau nilai 1,066,701,750 ini bisa sebagai Uang Pertanggungan sehingga nilai tersebut akan terlindungi ketika terjadi suatu resiko.

Wujudkan masa depan Anda dan Keluarga dengan langkah Cerdas

investasi yang tepat?

Apa bedanya menabung dengan investasi?
Jika Anda sudah punya tabungan, apakah investasi tetap diperlukan? Tabungan memang bisa menjadi salah satu pilihan investasi karena keunggulan yang dimilikinya dibanding produk lain. Keunggulan itu adalah risiko yang rendah atau hampir tidak ada.
Lembaga Penjamin Simpanan memastikan keamanan tabungan setiap nasabah yang bernilai di bawah Rp 2 miliar. Sementara itu, bank menjamin memberikan bunga sesuai tingkat yang telah disepakati.
Keuntungan lainnya adalah kemudahan menarik uang. Tabungan dapat ditarik dan dipindahkan setiap saat melalui ATM, perbankan elektronik maupun datang langsung ke cabang.
Tetapi dalam investasi, risiko berbanding lurus dengan keuntungan. Maka itu, makin kecil risiko berarti makin sedikit keuntungan yang bisa diraih.
Tak heran, nilai minus tabungan sebagai alat investasi adalah bunga yang rendah. Bunga tabungan bahkan lebih rendah dari tingkat inflasi.
Sebaiknya tabungan memang tidak digunakan untuk investasi. Manfaat tabungan akan maksimal jika hanya digunakan untuk kebutuhan rutin sehari-hari atau untuk kebutuhan darurat.
Meski demikian, memiliki tabungan adalah hal krusial sebelum memulai investasi. Besarnya tabungan disarankan setara dengan biaya hidup selama satu hingga tiga bulan.
Adapun deposito memberikan jaminan atas pokok dan bunga dalam jangka waktu yang disepakati. Pilihannya adalah 1, 3, 6 hingga 12 bulan. Bunga deposito lebih tinggi dari tabungan tapi sama atau lebih kecil dari inflasi.
Berbeda dengan tabungan, deposito tidak dapat diambil setiap saat. Jika uang diambil lebih cepat dari seharusnya, Anda tidak akan memperoleh bunga — atau dipotong sebagai penalti.
Deposito lebih cocok sebagai investasi yang dananya diperlukan dalam waktu satu bulan hingga satu tahun. Pilihlah bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang bagus jika Anda ingin membuka rekening deposito. Perbandingan bunga deposito di masing-masing bank bisa dilihat di koran setiap harinya.

Perencanaan keuangan Masa Depan

Dengan berjalannya waktu pada kehidupan manusia, tidak bisa dipungkiri kebutuhan akan semakin meningkat. Baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Ada tiga fakta kehidupan yang bisa terjadi pada siapapun. Baik itu pada masyarakat ekonomi lemah maupun yang ekonomi kuat. Tiga fakta tersebut adalah:

1. Hidup terlalu lama.

Bisakah kita membayangkan jika kita diberi umur oleh Tuhan sang Pencipta dengan waktu yang sangat lama. Misalkan saja hidup kita sampai 100 tahun, apakah kita bisa menolak hal itu? Tentu tidak bukan? Jika itu terjadi pada kita, saya atau anda, apa yang akan kita lakukan untuk mempersiapkan hal itu. Mau tidak mau, kebutuhan untuk bertahan hidup makin lama akan semakin besar, sudah siapkah kita?

2. Hidup terlalu singkat.

Pernahkah Anda bertemu dengan saudara, sahabat, atau teman dan kemudian esoknya sudah tiada? Padahal usianya masih terlalu muda. Pernahkah kita membayangkan bagaimana perasaan orang-orang yang ditinggalkan orang tersebut. Ya kalau orang itu masih single, atau belum berkeluarga. Tetapi jika orang tersebut baru saja mempunyai anak kecil yang masih butuh perlindungan dan orang tersebut adalah tulang punggung keluarga, bagaimanakah anak dan istrinya? Pernahkah anda membayangkan jika itu terjadi pada Anda? Apa yang bisa Anda persiapkan mulai dari sekarang?

3. Sakit atau kecelakaan

Tidak bisa dipungkiri setiap manusia baik saya ataupun anda tentu pernah mengalami yang namanya sakit. Apakah selama hidup di dunia Anda yakin akan sehat selamanya? Tentu tidak bukan? Survey membuktikan akhir-akhir ini penderita jantung semakin meningkat. Tahukah Anda berapa biaya yang diperlukan untuk penanganan sakit jantung? Menurut KOMPAS besarnya biaya operasi jantung ini ratusan juta. Bahkan di Singapura besarnya biaya sampai lebih dari Rp. 200jt. Selain penyakit jantung, penyakit yang sekarang sedang marak diderita masyarakat Indonesia adalah stroke. Stroke juga membutuhkan biaya sangat banyak, disamping itu pula penderita tidak akan bisa melakukan apapun. Apakah Anda pernah membayangkan jika hal itu terjadi kepada Anda? Apakah Anda mempunyai jaminan yang cukup untuk mempersiapkan jika hal itu terjadi. Itu baru sakit, jika kecelakaan dan ternyata berakibat fatal yang menyebabkan orang-orang tercinta yang membutuhkan kita sebagai tulang punggung mereka menjadi terlantar. Apa kita juga pernah membayangkan hal itu?

Dari kesemua tiga fakta di atas semuanya membutuhkan perencanaan keuangan untuk diri sendiri maupun keluarga, mulai dari sekarang. Mau tidak mau kita semua harus merencanakannya. Nah, bagaimanakah cara merencakan yang baik? Tentu kita membutuhkan financial conselor yang handal, yang mampu merencanakan dengan detail dan baik untuk keluarga Anda tercinta.