Cerita Horor

         Membaca salah satu tret dari milis yang membahas obrolan horor, saya jadi ingin menceritakan sekelumit pengalaman hidup saya yang bisa membuat para pembaca merinding.  Cerita itu terjadi ketika saya  masih SMA kelas 1 dan semasa saya tinggal di solo.

         Pengalaman ini bermula pada tahun 1999 waktu saya mengikuti acara perkemahan untuk latihan dasar kepemimpinan (DIKLATSAR). Malam harinya ada salah seorang panitia perempuan yang pingsan, kemudian kemasukan jin alias kesurupan. Setelah acara selesai dan kegiatan belajar mengajar berlangsung  seperti biasanya.

         Tak diduga dan tak pernah disangka kesurupan (kemasukan jin) masih tetap berlangsung dan mengenai banyak siswa di sekolah saya secara bergantian. Jin yang merasuki teman-teman saya ini seperti berkeluarga dilihat dari apa yang dibicarakan teman-teman yang kerasukan ini. Tidak tanggung-tanggung seingat saya dulu ada lima orang setiap kali kerasukan. Kemudian lima orang ini pingsan dan beralih kelima orang yang lain. Terus dan terus berganti-ganti.  Hal ini berlangsung selama beberapa hari dan akhirnya kepala sekolah meliburkan kagiatan belajar di sekolah sampai keadaan sekolah kondusif lagi. Bahkan kejadian ini sempat membuat geger kota nganjuk dan banyak media yang meliput.

          Cerita berlanjut ketika saya  tinggal di lingkungan pondok pesantren modern yang berada di solo. Semasa kuliah dari awal saya sudah bekerja. Saya bekerja sebagai pengurus sekaligus penjaga di koperasi pondok pesantren itu dari jam 16:00 sampe dengan jam 22:00.

         Jadwal kuliah saya  pada semester pertama sangat padat dan di dalamnya ada tiga mata kuliah praktikum. Selesainya praktikum terkadang juga molor sampe maghrib, apalagi praktikum biologi yang mengamati proses pertumbuhan….butuh kesabaran ekstra untuk menganalisa. Belum lagi perjalanan dari kampus ke pondok yang memakan waktu hampir 40 menit, mulai dari naik bus kota dan berjalan kaki  dari jalan raya ke lingkungan ponpes.  Itulah terkadang yang membuat saya terlambat sampai ke pondok.

         Maka dari itu koperasi terkadang saya buka sampai lebih dari jam 10 malam. Sehabis bekerja saya baru bisa belajar dan menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan kuliah saya.

         Melihat padatnya jadwal keseharian saya, bisa dipastikan saya setiap hari tidur larut malam. Dan inilah cerita horor dimulai. Saking seringnya tidur larut malam, aku terbiasa di pondok mendengar suara suara aneh. Mulai dari suara orang masak, suara di kamar mandi, sampai ada suara orang perempuan yang ketawa cekikikan. Bisa dibilang saya nggak takut sama sekali mendengar hal-hal aneh seperti itu.

          Di pondok pesantren itu setiap ruangan yang berukuran sekitar 6 x 3 meter disekat jadi dua kamar. Kamar khusus untuk ustadz atau ustadzah dan sebelahnya untuk santri atau santriwati. Dan dihuni oleh lebih dari 10 orang. Kebayang nggak seperti apa tidurnya?

          Nah, salah satu teman sekamar bangun tidur langsung cerita sambil merasa ketakutan. Katanya waktu melipat mukena sehabis sholat malam, dia melihat ke cermin pada almari baju ada teman yang wajahnya bersimbah darah. Spontan dia melihat ke belakang, eh ternyata, teman yang dikira bersimbah darah itu sedang pules tidur.

          Setelah satu semester tinggal di pondok pesantren, saya memutuskan untuk kost di belakang pondok, dengan alasan bisa lebih leluasa untuk belajar meskipun tetap bekerja di pondok pesantren. Pertama sebulan kost di situ saya merasa enjoy dan biasa saja dan tidak ada yang ganjil di rumah itu walaupun kakak saya pernah bilang katanya cari kost kok singitlah atau auranya gak terang atau apalah. saya tetap menjalani hari-hari di kost itu dengan nyaman saja.

          Hingga suatu malam ada yang mengetuk pintu. Karena semua penghuni kost sudah tidur, pastinya saya donk yang membuka pintu tersebut. Setelah saya buka, ternyata gak ada satu orang pun yang nongol di depan pintu. Saya berpikir, mungkin orangnya sudah pergi karena kelamaan nunggu pintu dibuka. Saya-pun balik ke kamar. Baru aja menutup kamar, eh ada yang mengetuk pintu lagi. Saya bukain pintu lagi …  lagi-lagi nggak ada orang yang muncul. Balik ke kamar, saya lihat jam dinding ternyata sudah jam 1 malam lewat.

          Setelah beberapa bulan tinggal disitu baru teman kost yang sudah lebih dulu tinggal disitu cerita semua yang pernah terjadi  di rumah itu. Mulai dari yang punya sudah meninggal waktu masih hamil atau setelah melahirkan gitu…agak sedikit lupa ceritanya. Dan ruangan disebelah ruang keluarga yang dipakai anak-anak kost menonton TV ternyata adalah kamar yang punya rumah. Semua baju dan barang-barangnya masih ada di dalam kamar itu semua. Selama ini saya pikir itu gudang atau apa tapi kok di beri plaster atau isolasi di pintunya. Dan semakin banyak kejadian-kejadian yang aneh di kost itu.

         Sampai akhirnya saya pindah kost di belakang kampus UNS dan memutuskan untuk tidak bekerja di pondok pesantren lagi. Semua saya pertimbangkan demi kesehatan saya dan kuliah saya agar lebih efektif dan efisien. Tinggal di kost yang baru ini tidak bertambah aman ternyata. Bel pintu di kost  baru saya ini, setiap di atas jam 10 malam sering berbunyi sendiri tanpa ada yang membunyikan. Aneh nggak tuh?  Kata mbak kost sih sudah biasa itu terjadi, jadinya saya-pun mulai terbiasa dengan hal itu.

           Haripun terus berlalu. Suatu ketika saya terbangun saat teman satu kamar sedang sholat malam. Apa yang saya lihat saat itu sungguh pemandangan yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya. Dibelakang teman saya itu ada dua anak kecil yang dibelakangnya. Bagian kepala aja yang agak jelas, badan ke bawah nggak begitu jelas terlihat. Merem lagi aja….

            Di kost itu katanya mbak kost ternyata dulu pernah ditempati oleh none-none belanda gitu. Dan kamarnya ada di sebelah dimana meja telepon berada. Jadinya kalau lagi malam hari saya dapat telepon, jadi ngeri juga jawab telepon. Da setiap ada yang menginap di kamar itu nggak ada yang betah.

             Cerita berlanjut ketika saya diundang untuk bermalam di SMAN 5 Surakarta. Istilahnya mabit. Saya diserahi amanah untuk mentoring beberapa siswa di sana. Ketika duduk di luar ruangan, tiba-tiba seperti ada yang berjalan di belakang saya. Mak sruuut….merinding …

              Yang lebih ngeri lagi, rumah paling besar di belakang kampus UNS bangunan belanda yang digunakan sebagai tempat kost putra sering banget penduduk sekitar cerita kalau ada kejadian-kejadian aneh disitu. Mahasiswa yang ngekost di situ paling cuman bisa bertahan beberapa hari saja. Pernah juga diadakan pengajian bapak-bapak disitu. Hasilnya juga belum kelihatan. Sampai terakhir ada tim dunia lain dari Trans TV yang hostnya panca datang kesitu dan dijadikan tempat lokasi syuting.

Itu cerita saya, bagaimana dengan cerita anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s