Archive | Juni 2012

Aku Mengerti Semuanya….

Setiap aku meninggalkan anak-anak di rumah sendirian, aku selalu mewanti-wanti mereka untuk ini untuk itu tidak itu dan itu. Yang jelas bagaimana meninggalkan anak-anak dengan tenang dan memberikan kepada anak-anak rasa aman dan nyaman ketika dirumah.

Seperti yang aku lakukan tadi sore ketika harus menjemput suami di kantornya. Karena hari sudah malam aku mengunci pintu rumah bukan mengunci pagar rumah. Selain hari sudah malam, udara di luar rumah beberapa hari ini kalau sudah diatas jam 5 sore sampai jam 7 pagi begitu terasa dingin banget. Itulah kenapa aku melarang anak-anak keluar rumah di waktu-waktu itu. Demi kesehatan anak-anakku juga.

Sebelum berangkat, aku menjelaskan semuanya kepada anak-anakku. Pintunya umi kunci, pagar luar tidak umi gembok.  ” Kenapa pintunya di kunci mi? “, Tanya Hana.  “Soalnya sudah malem, gelap terus dingin”, jawabku.  Umi jemput Abi sebentar, gak lama. Jangan keluar rumah ya. Belajar saja sama mbak aisy. Pesan-pesanku untuk  anak-anak.

 

 

 

 

 

 

 

Aisy, anakku yang pertama sering tidak memperhatikan dan lebih asyik dengan apa yang ia lakukan ketika aku pergi. Tetapi berbeda dengan anakku yang kedua, Hana (4 Tahun 4 Bulan). Selalu ada tingkah aneh dan kalimat-kalimat yang diucapkan seperti orang dewasa dan bahasa gak tahu siapa yang mengajarinya.

Sebelum meninggalkan rumah coba tebak apa yang ia katakan? “Aku mengerti semuanya mi, aku mengerti semua”. Ketika sudah di luar rumah dan kukunci pintu rumah, eh Hana buka jendela dan bilang, “Mi  aku belum salim,  Oh ya aku mengerti mi, . Yang cepat ya, Assalaamu’alaykum”.

Itu ceritaku hari ini. Bagaimana dengan cerita kamu?

Riset MARKPLUS untuk AIA Financial

Apa sih MARKPLUS itu ? Mungkin banyak diantara kita masih belum mengenal apa dan siapa itu MarkPlus. Bahkan mendengar saja mungkin ada diantara  belum pernah sama sekali.

Mark Plus sekarang ini lebih dikenal sebagai institusi riset yang paling terkemuka di Indonesia. Beberapa sumber mengenai MarkPlus bisa dilihat disini  dan disini

Apa hubungannya dengan AIA Financial? MarkPlus melakukan beberapa riset untuk AIA. Beberapa riset MarkPlus untuk AIA Financial di tahun 2011 sebagai berikut :

Hanya 17,5 PERSEN Orang Indonesia di kota-kota besar yang sudah memiliki asuransi jiwa. Sedangkan secara nasional, sampai dengan 2009, hanya 16 persen orang Indonesia yang sudah memiliki asuransi jiwa. (BAPEPAM-LK 2010 DAN RISET MARKPLUS 2011 untuk AIA FINANCIAL).

Tiga dari lima orang Indonesia tidak punya persiapan jika menghadapi risiko kesehatan atau kematian ( Riset MarkPlus 2011 untuk AIA Financial).

PENTING! Ternyata dana cadangan yang tersedia untuk melindungi keluarga dari musibah di masa depan rata-rata bagi mereka yang memiliki asuransi hampir mencapai Rp 25 Juta. Namun yang tidak memiliki asuransi simpanannya rata-rata hanya Rp 2 Juta. (Riset MarkPlus 2011 untuk AIA Financial)

Rata-rata pendapatan keluarga yang disisihkan untuk menabung hanya 18 persen, sedangkan untuk asuransi hanya 10 persen. Padahal biaya pengobatan tiap tahun terus meningkat. (Riset MarkPlus 2011 untuk AIA Financial).

Rp 145 Juta. Rata-rata uang pertanggungan secara nasional bagi mereka yang memiliki asuransi, dengan kesenjangan perlindungan sebesar 55% dari perkiraan total nilai risiko. Mereka ini memiliki kesadaran tinggi dalam menilai risiko di masa depan (Riset MarkPlus 2011 Untuk AIA Financial).

Persiapan Menjelang Ramadhan

Tak terasa waktu cepat berlalu. Dan sebentar lagi Bulan Ramadhan akan segera tiba. Jangan sampai bulan yang suci kita sia-siakan begitu saja.  Karena belum tentu Ramadhan berikutnya kita bisa berjumpa lagi. Untuk itu beberapa hari ini saya akan menulis beberapa hal yang berkaitan dengan bulan Ramadhan sampai dengan Hari Raya Idul Fitri. Mulai dari persiapan Menjelang Ramadhan sampai dengan Puasa di Bulan Syawal. Dengan harapan tulisan saya ini bisa bermanfaat bagi semua dan bisa menambah keimanan kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya, ” Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu (menjadi lebih)  bertakwa. ” (QS. Al-Baqarah :183).

Bulan suci Ramadhan akan kembali datang untuk  menyapa dan menyambut orang-orang beriman.  Semoga Allah berkenan untuk mempertemukan kita semua dengan bulan yang istimewa tersebut. Amin ya Rabbal  ‘Alamin.

Bulan Ramadhan-bagi orang-orang yang beriman- adalah bulan yang istimewa dan bahkan paling istimewa, karena Allah dengan sengaja memberikan berbagai keistimewaan dan beragam keutamaan di bulan tersebut yang tidak Allah berikan di bulan-bulan yang lain.  Oleh karenanya, Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi orang-orang beriman dalam upaya perbaikan dan perubahan diri untuk mencapai tingkat keimanan dan ketaqwaan yang lebih tinggi.

Untuk itu berbahagialah siapa saja yang dapat mengoptimalkan diri untuk memanfaatkan momentum ini. Semoga Allah berkenan mengkaruniakan berbagai keistimewaan yang memang Allah siapkan dan sediakan pada bulan Ramadhan ini, sehingga setelah Ramadhan nanti kita akan menjadi menusia baru yang tingkat keimanan dan ketaqwaannya jauh lebih baik daripada  sebelumnya.

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN

Untuk bisa meraih berbagai keistimewaan dan keutamaan yang ada di bulan Ramadhan, sangat penting untuk melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangannya :

1. Persiapan ma’nawiyah (Spiritual)

Persiapan ma’nawiyah bisa dilakukan dengan memperbanyak ibadah sebelum Ramadhan tiba, seperti memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdo’a, berdzikir dan lain-lain.

Rasulullah SAW dalam mempersiapkan diri menghadapi datangnya bulan suci tersebut telah memberikan contoh kepada umatnya, diantaranya dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, sebagaimana diriwayatkan ‘Aisyah ra dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ;

”  ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam biasa berpuasa sehingga kami menyangka beliau tidak akan berbuka dan beliau berbuka sehingga kami menyangka beliau tidak akan berpuasa. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban.” Muttafaq Alaihi.

2. Persipan fikriyah (akal)

Persiapan fikriyah dapat dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan, dan lebih khusus lagi ilmu yang berkaitan dengan puasa, agar memiliki wawasan yang benar tentang Ramadhan dan puasa Ramadhan, hingga nantinya ketika menjalani ibadah Ramadhan dapat melakukannya dengan optimal dan dapat meraih hasil yang maksimal.

3. Persiapan Jasadiyah (fisik) dan maliyah (materi)

Persiapan jasadiyah dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan, diantaranya dengan cara berolaharaga, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, dan hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, sehat dan menyehatkan. Ini penting karena rangkaian ibadah yang telah terformat selama Ramadhan hanya akan bisa dilaksanakan dengan optimal oleh orang yang memiliki kesehatan prima. Adapun persiapan maliyah bisa dilakukan dengan menabung sebagian harta kita sebagai bekal berinfak selama Ramadhan.

Sumber referensi :

Panduan Ibadah Ramadhan, IKADI Kota Malang. 2012

Catatan

Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) didirikan di Jakarta pada hari Jum’at, tgl 1 Jumadil Ula 1423 H bertepatan dengan tanggal 12 Juli 2002 M.

Smart Guide to Eating Out

makanan

 

 

Kita bisa menyelaraskan hobi makan di restoran, di warung makan, atau di rumah makan atau di warung tegal sekalipun dengan gaya hidup sehat.  Jangan sampai kita asal-asalan dalam memilih makanan yang penting kenyang atau asalkan lagi ada promo, lantas tidak pintar dalam memilah dan memilih mana makanan yang sehat dan sesuai dengan kesehatan tubuh kita. Karena bagaimana pun kesehatan adalah yang utama untuk kita. Bukankah penyakit itu sebagian besar dikarenakan karena pola makan yang tidak sehat?

 

Berikut ini trik mencermati dan memilih menu makanan dengan seksama.

Makan Teratur

Menurut dr. Lindarsih Notowidjojo M,Nutr.sc.,SPGK, “Jika makan pada waktu yang sama setiap hari, kita lebih bisa mengatur rasa lapar. Enzim pencernaan dan asam lambung hanya akan keluar pada jam-jam tersebut.”

Pola makan teratur biasanya akan membuat kita lebih menikmati apa yang kita asup. Dengan menikmati dan merasakan setiap kunyahan, kita memberikan kesempata pada tubuh untuk mencerna dengan semakin baik. Akibatnya, kita akan merasa lebih cepat terpuaskan oleh makanan yang kita santap.

Tidur Cukup

Hormon pengendali makan disebut leptin. Sementara hormon yang selalu membuat kita lapar, ghrelin. Penelitian menunjukkan, kurang tidur membuat tubuh lebih sedikit mengeluarkan leptin dan meningkatkan produksi ghrelin. Akibatnya kita cenderung berkeinginan menyantap makanan dengan kadar  dan karbohidrat tinggi. ” Jika hal ini terjadi saat sedang duduk di restoran, tentu saja tanpa sadar kita akan memesan menu berkadar lemak dan berkarbohidrat tinggi.” jelas Lindarsih.

Ayo ngaku yang suka begadang….bener nggak tuh.

Buat Perencanaan

Sebelum pergi untuk makan di luar rumah, entah itu di restoran, rumah makan, warung makan atau warteg sekalipun sebaiknya kita sudah memperkirakan jenis makanan apa yang akan kita pesan dan kita makan nantinya. Termasuk menghitung jumlah kalori dan komposisi setiap menu. 

Idealnya kita mengonsumsi 25-30 gr serat perhari. Jumlah ini bisa dibagi menjadi lima porsi buah dan sayur. Tekniknya, ketika makanan datang, dahulukan mengunyah yang berserat, setelah itu baru lauk pauk dan terakhir karbohidrat.  seringnya kita temui makan buah adalah setelah makan nasi. Yang benar adalah makan buah dulu baru setelah itu makan nasi.

Demikian semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

 

Love Your LIFE !

Hidup ini terlalu indah untuk diabaikan. Kesehatan lahir batin adalah syarat mutlaknya. Rasa senang dan bahagia menjadi janji akhir. Perempuan bahagia akan membuat keluarga dan lingkungannya bahagia. Ultimate. Mari !

Rasa lapar-kenyang, enak tidak enak, suka-tidak suka, sakit-tidak sakit, semua bisa diatur di kepala. Kitalah penguasanya. Kita yang menentukan. Sehingga kita bisa otomatis menerima makanan sehat  dan menolak makanan tidak sehat.

Olahraga itu penting, sangat. Bila tak biasa berolahraga, hindari high impact exercise. Ada banyak  pilihan. Anda bisa memilih bersepeda, jalan kaki, jalan cepat, berenang, atau yoga.

Tidur delapan jam adalah baik,  namun lebih baik lagi adalah tidur berkualitas. Deep sleep.  Meski hanya enam jam.

Selalu ada sisi menggelikan dari setiap persoalan. Temukan. Itu adalah cara lain melihat sisi positif dari sebuah halang rintang.

Jauhkan rasa khawatir, pastikan hidup kita aman. Salah satu caranya adalah dengan mengasuransikan jiwa, kesehatan, pendidikan anak-anak, kendaraan, rumah, dan lain-lain.

Satu-satunya kepastian di dunia ini adalah perubahan. Deal with it.  Hal ini akan mengurangi tingkat stres yang tak perlu.

Lakukan satu hal yang paling kita suka, 15 menit sehari. Tentukan waktunya, abaikan yang lain.

Berliburlah satu bulan sekali. Libur adalah pergi ke tempat yang tidak pernah kita datangi dan menikmatinya. Jangan-jangan banyak tempat di kota ini yang belum pernah kita hampiri selama hidup.

Sumber : Block Note AIA