Konsekuensi Orang-orang yang Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Berikut ini orang -orang yang tidak berpuasa berikut konsekuensinya :

1. Tidak wajib berpuasa dan tidak sah puasanya :

    *) Orang kafir

   *) Orang gila

2. Wajib berbuka dan wajib qodho’ :

    *) Wanita nifas dan haidh

3. Boleh berbuka dan wajib qodho’ :

    *) Orang sakit

    *) Musafir

    *) Wanita hamil/menyusui, apabila berat untuk berpuasa (menurut ulama Hanafiyah) atau khawatir atas dirinya (menurut mayoritas ulama)

    *) Pekerja berat yang  tidak mampu untuk berpuasa, dan ada  alternatif pekerjaan lain selepas Ramadhan.

4. Boleh berbuka dan wajib fidyah :

    *) Yang lanjut usia dan berat untuk berpuasa.

   *) Yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh

   *) Wanita hamil/menyusui, apabila berat untuk berpuasa (Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Umar)

  *) Pekerja berat yang tidak mampu untuk berpuasa, dan tidak ada alternatif  pekerjaan lain selepas Ramadhan.

5. Batal puasanya dan wajib qodho’ :

   *) Yang makan dan minum dengan sengaja.

6. Tidak berpuasa dan wajib qodho’ dan fidyah :

     *) Wanita hamil/menyusui yang khawatir atas dirinya dan janinnya (Menurut mayoritas ulama selain ulama Hanafiyah).

     *) Yang mengakhirkan qodho’ puasa hingga datangnya Ramadhan berikutnya.

7. Batal puasanya dan wajib qodho’ dan Kafarah :

   *) Yang berhubungan suami istri di siang hari Ramadhan.

Catatan mengenai wanita hamil/menyusui yang tidak berpuasa :

Karena ada 3 (tiga) fatwa dari para ulama mengenai konsekuensi bagi wanita hamil/ menyusui yang tidak berpuasa disebabkan berat untuk berpuasa (sebagaimana disebutkan di atas), maka kita bisa menyikapinya sebagai berikut:

*) Apabila ia wanita yang sering hamil, seyogyanya ia membayar fidyah, sebagaimana fatwa Ibnu Abbas dan Ibnu Umar.

*) Apabila ia wanita yang tidak terlalu sering hamil dan mampu untuk mengqodho’, maka seyogyanya ia mengqodho’  hutang puasanya, sebagaimana fatwa para ulama Hanafiyah.

*) Apabila dengan mengqodho’ , Iapun mempunyai keleluasan harta, seyogyanya sambil mengqodho’ disertai dengan membayar fidyah, sebagaimana fatwa para ulama Syafiiyah dan Hanabilah.

Sumber referensi :

Panduan Ibadah Ramadhan,IKADI Malang, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s