Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para nasabah saya

Calon nasabah :  Saya punya pertanyaan mudah:’BERAPA RUPIAH YANG KITA SETORKAN PER BULAN HINGGA BERAKHIR KONTRA?” DAN BERAPA UANG YANG KEMBALI SETELAH VERAKHIR KONTRA?”


Saya : 
berapa rupiah yg disetorkan per bulan -> tergantung budget bapak  berapa? Dan mau menabaung berapa lama?
masalah hasil kan tidak bisa dijanjikan berapanya, karena sifatnya kan bagi hasil, meski bukan produk syariah. Kalau hasilnya bagus ya yang akan di dapat ya banyak, begitu sebaliknya. Semua itu tergantung index saham yang ada di LQ45 sana.  Kalau ilustrasi – saya bisa tunjuukkan ilustrasinya, tapi kalau realnya kan kita gak bisa ngomong sekarang. Tapi kalau bukti, bukti itu kan history . Dan saya bisa tunjukkan fund fact sheet.  Tapi ke depan seperti apa – wallahua’lam

Calon Nasabah :  Di kantor saya sudah ada ASKES, jadi untuk apalagi Asuransi yang lainnya? Asuransi yang anda tawarkan itu kan bukan bersifat Syariah dan lebih tepat mengharap-harap keuntungan besar.Dalam Islam mengharap tanpa berusaha sama saja berjudi…maaf ini pendapat saya.

Saya :ASKES kan asuransi kesehatan. Asuransi yang lain kan tidak hanya berbicara tentang kesehatan. Asuransi yang lain, AIA, kan berbicara masa depan anak-istri Anda. AIA juga  berbicara masa depan Anda sebagai seorang suami.
Bagaimana jika  Anda sebagai suami habis kontrak hidup di dunia ini? 
Jika istri Anda / Anda sbg istri saat ini tidak bekerja dan tidak punya penghasilan sendiri, bagaimana nasibnya ke depan, bagaimana pula nasib masa depan Anak Anda
Apakah Anda tega istri Anda yang saya yakin Anda sangat mencintainya harus membanting tulang demi menghidupi anak Anda, demi mengantarkan masa depan ANda?
MAsa Depan Anak Anda (maksudnya!)
Investasi di tanah / emas; sekali beli dibiarkan.
semua orang jika berinvestasi contoh di dua sektor tsb pasti mengharapkan hasil yang besar dan tentu pasti tidak ingin rugi.
Apakah itu juga haram?
 
Baik itu Aktiva / Hassana Berkah hasilnya bukan sesuatu yang pasti. yang diberikan AIA itu bagi hasil / sharing profit bukan bunga.
kalau bunga pasti sudah ada fatwa haram
nah kalau orang punya investasi di tanah / emas, bukankah mereka hanya membeiarkan tanahnya / emasnya begitu saja. Dan jika mereka butuh tinggal menjualnya
Begitu juga investasi di AIA, sekali beli unit (saham) link (proteksi), mereka tinggal diam sambil melihat perkembangannya, jika untung tinggal ambil kalau butuh
Yang saya ingin tahu – seberapa pahamkah Anda tentang ekonomi syariah, khususnya Asuransi Syariah????
Jika pengen tahu lebih lanjut tentang asuransi syariah coba silaturohim ke Aa Gym…..
Ini ceritaku, apa cerita anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s