Bagaimana menjual dengan cara cold canvassing?

Selesai saya memberikan materi tentang penjualan, beberapa peserta pelatihan menghampiri dan mengatakan, “Pak, saya minta diajarkan bagaimana cara cold canvassing. Saya lebih memilih cold canvassing ketimbang harus menjual pada keluarga dan kerabat.”

Cold Canvassing adalah prosedur menjual pada orang yang belum dikenal. Seorang penjual langsung bertemu calon pelanggannya baik door to door atau di tempat umum seperti mall, pasar, rumah sakit, bioskop, bandara, dan lain sebagainya.

Dari kebanyakan penjual pemula yang saya jumpai, mereka tidak menjual kepada keluarga dan kerabat dekat untuk mengurangi risiko hubungan kekeluargaan. Mereka khawatir aktifitas penjualannya akan merusak hubungan keluarga dan kerabat dekatnya. Ini adalah persoalan mindset seorang penjual. Biasanya dalam pikiran mereka transaksi yang mereka lakukan akan menimbulkan kerugian dipihak pembeli. Bayangkanlah setiap orang yang Anda datangi berterimakasih pada Anda karena manfaat barang yang Anda tawarkan sangat berguna bagi mereka. Apakah perasaan Anda tentang menuual menjadi lebih baik?

Tentu saja YA, karena hampir setiap manusia akan bangga jika ia dapat memberi manfaat bagi orang lain. Tidak berbeda dengan menjual. Penjualan adalah menjawab masalah yang dihadapi calon pelanggan. Saya membeli mobil pertama saya karena saya punya masalah jika harus bepergian menggunakan motor bersama istri, anak saya yg berumur 9 tahun, dan yang masih bayi yang baru saja dilahirkan. Saya membeli mobil karena saya punya masalah. Anda membeli makan siang juga karena Anda akan bermasalah jika tidak makan. Orang lain mengganti BBnya dengan seri terbaru padahal yang lama masih bisa digunakan juga memiliki masalah di dalam sosialnya jika tidak terlihat selalu update dengan gadget teknologi terbaru. So, ini artinya, menjual adalah menjawab masalah.

Menjual juga artinya memberikan manfaat. Barang yang akan kita jual tidak akan laku jika tidak bermanfaat untuk menjawab masalah yang dimiliki calon pembeli Anda. Orang rela membayar lebih mahal dari orang lain karena sangat bergantung pada manfaat yang Anda jual. Saat musim hujan, panen bawang menurun drastis dan yang sudah dipanen banyak yang busuk. Harga bawang melonjak lebih dari 300% tapi tidak sedikit orang yang tetap membelinya.

Menjual itu adalah memberi manfaat yang bisa menjawab persoalan yang dimiliki pembelinya. Yakinlah bahwa Anda tidak akan ditolak oleh siapapun jika Anda yakin bahwa yang Anda jual bermanfaat bagi pembelinya. Baik oleh keluarga ataupun orang yang belum dikenal. Baiklah, kita kembali ke pembahasan bagaimana menjual dengan cara canvassing.

Proses penjualan secara cold canvassing tidak jauh berbeda dengan proses penjualan secara umumnya. Cold Canvassing hanya menghilangkan proses janji temu dan tetap mengikutkan proses PENDEKATAN-PENCARIAN FAKTA-PRESENTASI-MENGATASI KEBERATAN-PENUTUPAN PENJUALAN-PELAYANAN PURNA JUAL.

Penjual pemula hanya perlu dilengkapi dengan teknik bagaimana mendekati calon pembeli dalam cara canvassing. Tahapan ini menjadi sangat penting karena proses selanjutnya sangat bergantung dari kesan pertama. Selanjutnya? Terserah Anda…

Calon pembeli pertama kali akan menilai Anda dalam waktu 3 detik pertama kemunculan Anda. Penampilan sangat penting, dalam hal ini tidak hanya terbatas pada pakaian dan aroma tubuh saja tetapi juga mereka dapat melihat Anda merasa percaya diri atau tidak. Keyakinan Anda juga sangat menentukan kesan pertama yang berhasil.

Tahap berikutnya dalam cold canvassing adalah calon pembeli Anda harus bersedia mendengarkan Anda. Mereka hanya mau mendengarkan Anda jika yang Anda katakan pertama kali adalah bermanfaat buat mereka. Apakah Anda akan berbicara tentang produk Anda? Bisa juga. Tapi biasanya mereka sulit untuk melihat ketulusan dari kata-kata Anda. Mereka akan berpikir bahwa cara berbicara Anda yang manis dan lembut hanya agar mereka membeli produk Anda.

Berikanlah manfaat yang mereka tidak berisiko kehilangan sesuatu. Dalam satu kesempatan, saya bersama Mama saya berbelanja dan seorang wanita menawarkan tester minuman ringan. Setelah mencobanya, Mama saya berkata, “Beli satu aja Ndrie. Rasanya gak terlalu enak.” Mama saya merasa bersalah jika tidak membeli karena kebaikan wanita yang sudah menawarinya tester minuman walaupun kemudian saya jelaskan bahwa kami tidak perlu membelinya jika memang tidak perlu dan perlu dicatat bahwa pembelian yang dihasilkan dari rasa kasihan seringkali bernilai kecil.

Apa yang bisa diterima calon pembeli Anda tanpa membuat mereka khawatir kehilangan uang mereka namun bermanfaat? Sederhana, TIPS yang dibutuhkan. Contoh, jika Anda melakukan canvassing di sebuah pusat perbelanjaan, Anda bisa melakukannya seperti ini.

Anda: Halo… Sore, Bapak Ibu dan Adek, lagi mau belanja, makan, atau nonton film? (Anda menghampiri keluarga, jangan menghalangi langkah mereka. Jika mereka tetap melangkah, Anda dapat mendampingi dengan ritme langkah yang sama sambil menjabat tangan orang yang paling “berkuasa” diantara mereka jika memungkinkan.)

Anda: Perkenalkan, saya Andrie Setiawan dari perusahaan asuransi jiwa, ijinkan saya 5 menit kedepan untuk memberikan tips Berbelanja, Makanan, atau Film silakan Bapak, Ibu, atau Adek kecil pilih tips tentang apa. Satu saja…(sambil Anda mengacungkan jempol bukan telunjuk Anda. Telunjuk dan jempol ada di satu tangan Anda jumlahnya sama-sama satu namun saat Anda mengacungkan jempol Anda sedang mengarahkan mereka untuk menyetujui tawaran Anda karena jempol secara konsensus berarti OK)

Bapak: Makanan deh, Mas. (sambil senyum. Senyuman dapat berarti mereka merasa aman dan nyaman bersama Anda. Tentu Anda harus mengenali senyuman tulus atau palsu.)

Anda: Baik, Pak. Pertama pemilihan tempat itu penting.Saat bersama anak-anak, memilih tempat makan yang ada tempat bermainnya menjadi sangat penting mengingat fungsi makan dipusat perbelanjaan bukan hanya untuk memenuhi rasa lapar namun juga bisa mengambil manfaat rekreasi.Jika Bapak dan keluarga hanya ingin makan di mall ini dan kemudian kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan, artinya Bapak disini hanya mampir maka sebaiknya Bapak sekeluarga makan yang cukup dan jika dibutuhkan Bapak bisa membeli makanan ringan dan air mineral untuk dibeli disebelah sana (sambil menunjuk arah supermarket). Toilet ada dilantai ini disebelah toko X (sambil menunjuk arah lagi). Sebaliknya jika memang tujuan Bapak sekeluarga datang kesini untuk tujuan rekreasi, Bapak bisa mengajak anak-anak untuk bermain sementara orangtuanya dapat beristirahat. Rekreasi anak-anak lebih banyak dihabiskan dengan aktifitas fisik sedangkan rekreasi orang dewasa lebih banyak diluangkan untuk aktifitas mental seperti sekarang.

Bapak: Terimakasih Mas, Anda dari asuransi kenapa kok malah kasih tips tentang belanja. (sambil senyum)

Anda: Kami para agen asuransi bertugas memberikan kenyamanan dan keamanan secara finansial kepada keluarga Indonesia. Berbelanja di mall juga butuh perencanaan keuangan agar kita mengeluarkan biaya yang kecil dan mendapatkan manfaat yang besar. Oh iya, Pak. Sekali lagi, saya Andrie Setiawan dari perusahaan asuransi X (sambil menunjukkan kartu Lisensi, bukan kartu nama, dan membiarkan Bapak ini memegang dan melihatnya ) boleh saya tahu nama Bapak, Ibu, dan Adek kecil?

Bapak: Saya Budi, ini istri saya dan ini anak saya Iwan. (sambil memegang dan melihat kartu lisensi Anda)

Anda: Senang bertemu dengan Pak Budi sekeluarga dan karena Pak Budi sudah mengambil manfaat dari tips yang saya baru saja bagi,sambil santai, saya mau memberikan tips tentang perencanaan keuangan bagaimana dengan dana yang lebih kecil untuk kesejahteraan keluarga yang lebih besar sama seperti ketika Pak Budi dan keluarga berbelanja dan makan di mall ini.

Nah, pembaca yang baik, sesi melakukan pendekatan dengan menggunakan salah satu teknik yang tidak pernah gagal sudah Anda pelajari. Apakah ini saat yang tepat bagi Anda untuk mencoba efek dahsyatnya? Ingat, menjual adalah memberikan manfaat yang lebih besar dari uang yang pembeli Anda bayarkan. Tunjukkan bahwa Anda bermanfaat, biarkan mereka merasakan itu dan mereka akan segera membeli Anda. Mengapa orang lain tidak berhasil melakukan cold canvassing? Karena mereka tidak tahu bagaimana berbagi manfaat, tapi Anda?

 

Tulisan ini saya ambil dari sini 

Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s