Arsip

Club Parenting Indonesia

Club Parenting Indonesia yang dimotori oleh Ibu Widuri  ini memang ditujukan untuk mewadahi para muslimah yang sudah berkeluarga atau mereka yang masih lajang. Diharapkan dengan Club ini para muslimah atau wanita muslim paham akan kewajiban dan ilmu dalam mendidik anak. Bukan hanya ilmu agama, tetapi ilmu dunia-pun dibahas disini. So, tunggu apa lagi ? Yang belum ikutan, yuk gabung….

Pertemuan Club Parenting yaIndonesia (CPI) diadakan satu bulan sekali dan bertempat di Rumah Ibu Azizah yang berlokasi di  NewIndie-Taman Indra Kila Golf no 37 Araya. Pengusulan materi tidak hanya dari panitia saja, tetapi anggota pun boleh usul ingin membahas apa saja dipertemuan itu.

Kalau saya sendiri  menjadi kontributor pada publikasi. Membuat undangan, menyebarkan info lewat dunia maya, baik itu facebook, twitter maupun Google+.  Mungkin ada komunitas pembaca sekalian yang ingin kita undang ? Hubungi saya ya. See you there insyaAllah 🙂

Masih membuang sampah sembarangan?

Budaya membuang sampah di tempat sampah, atau di tempat yang seharusnya perlu ditanamkan pada anak-anak kita sejak dini. Hal ini pun saya terapkan kepada anak-anak saya sejak mereka berumur satu tahun. Meskipun mereka belum mengerti apa guna dan manfaatnya saya selalu mengatakan pada mereka ini harus dilakukan agar lingkungan bersih dan tidak ada semut jadinya adik tidak digigit semut. Ketika di jalan atau bepergian pun bungkus makanan pun saya simpan di kantong baju atau tas, kemudian begitu tiba di rumah atau di tempat tujuan, saya dan anak-anak langsung mencari tempat sampah untuk membuangnya.

Jika hal ini dilakukan oleh semua orang niscaya tidak ada cerita kita melihat orang di jalan raya dengan seenaknya membuang sampah entah itu sampah kering atau pun basah.

Seperti yang saya dapati ketika malam hari saya berangkat menuju hotel Trio Indah 2-Malang, pada hari Selasa 24 April 2012 . Ketika saya melintas di Jl Sunandar Priyo Sudarmo sekitar pukul 18:00 sebuah mobil Honda CRV bernopol L xxxx KX,  seenaknya membuang kulit jeruk yang bertepatan di depanku. Jika anda melihat kejadian itu apa yang kamu pikirkan saat itu?

Teman satu kantor dengan saya yang pernah tinggal lama di Singapura sharing dengan saya bagaimana ketatnya peraturan di sana agar warganya tidak membuang sampah sembarangan.  kalau anda  suatu ketika  tertangkap kamera atau tertangkap petugas karena membuang sampah sembarangan. Anda harus siap merogoh kocek untuk membayar denda 500SGD kalau dengan kurs rupiah pada saat ini setara dengan Rp3.460.000,- atau siap siap merasakan hidup dibalik terali besi selama 1 hingga 3 bulan. Aturan ini juga dengan ketat dan kuat diterapkan juga kepada seluruh warga Singapura, hampir tidak pernah kita melihat mereka membuang sampah sembarangan apalagi ditempat umum atau ditempat yang banyak dilalui orang.

Dan peraturan ini juga ada di  Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendenda setiap warga yang membuang secara ngawur sebesar Rp 25 juta.

Bagaimana dengan didaerahmu ?

Yuk sharing tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Sumber:

http://loneknight.multiply.com/journal/item/68

http://forum.detik.com/buang-sampah-sembarangan-didenda-rp-25jt-t239342.htmlmembuang sampah di tempat sampah

Pentas Kreativitas TK-KB-TPA Salman Al-Farisi

Acara Pentas Kreativitas bertema “Aku Cinta Budaya Indonesia” dari TKIT Salman Al-Farisi kemarin memang menarik perhatian banyak orang yang melintas di depan sekolah yang terletak di Jl Lahor 9B Malang. Gimana tidak, karena acara ini diikuti bukan hanya anak didik di TK dan Playgorup di sekolah tersebut. Tetapi para balita yang setiap harinya diasuh dan dititipkan di sekolah ini, juga ikut serta dalam acara kali ini.

Pada acara tersebut semua anak didik mengenakan pakaian adat dari bermacam-macam daerah yang ada di Indonesia. Tujuan acara itu tentu lebih mengenalkan macam-macam budaya di negeri ini dan melatih anak didik untuk berani tampil di depan banyak orang.

Dengan tingkah laku yang polos dan menggemaskan para peserta lomba berjalan sambil berlenggak lenggok layaknya model di atas catwalk. Namanya juga masih anak-anak yang hampir semua usianya dibawah 6 tahun,ada saja yang membuat orang-orang yang menontonnya ketawa dan gemes melihatnya. Ada anak yang nangis sebelum tampil, ada yang ngambek, dan ada yang muter kekanan dan kekiri gak mau turun dari panggung.

Anak-anak saya Aisy dan Hana juga tak mau ketinggalan, mereka naik ke atas panggung dan berlenggak lenggok juga. Aisyah memakai pakaian adat dari Sumatera Utara dan Hana memakai pakaian adat dari Bugis,Sulawesi Selatan.

Hana

Pakaian adat Bugis

 

peragaan busana

Pakaian adat Sumatera Utara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengumuman dari dewan juri lah yang paling ditunggu-tunggu. Bukan ditunggu oleh para anak yang ikut lomba peragaan busana kali ini, tapi oleh para orang tua yang sudah menyiapkan dan mendandani anak-anak mereka.

 

Peragaan Busana

Pemenang lomba diumumkan dewan juri mulai dari juara ketiga, kedua dan juara pertama. Juara ketiga diraih oleh ananda Viola dari TK-A, juara kedua oleh ananda aisyah dari TK-A dan juara pertama oleh ananda Jinggan dari KB.

Melihat kakaknya dapat piala, Hana jadi  nangis dech…..:)

Video-video terkait acara ini bisa dilihat disini

http://www.youtube.com/watch?feature=endscreen&NR=1&v=4tJPOqYctH0

http://www.youtube.com/watch?v=iX6WzIR3mvs&feature=related