Tahu Campur Cak URI Kumis

Sapa yang gak kenal “Tahu campur cak uri kumis?

Bagi pecinta makanan tahu campur di kota Malang, biasanya tahu dimana Warung “tahu campur cak uri kumis. Yah benar sekali Warung tahu campu r ini berada di dinoyo. Tepatnya di jl mt Haryono no 114 Malang. Mulai berdiri tahun 1994. Bu Mahmudah , Pemilik usaha ini memgaku mulai usaha ini dari berupa rombong.

Tiap kali lewat di Warung ini, bisa di bilang gak pernah sepi. Begitu buka pengunjung setia menyerbu Warung ini. Salah satu pengunjung Yang namanya “Bu Ninok “, katanya sudah langganan di Warung ini semakin tahun 90an. Mulai dari dulu bentuknya bukan Warung tapi rombong di depan Bengkel. Wah berarti sudah melegenda donk tahu campur ini.

Bagi wisata wan dari luar kota pastinya gak afdhol donk kalau berkunjung ke kota Malang gak mampir warung ini.

Warung ini buka mulai pukul 15:30 dan tutut jam 23:00. Semakin malam semakin rame gaes…

Kejang demam

┏🍃🌡💊●●━━━━━━━┓
KEJANG DEMAM
┗━━━━━━━●●💊🌡🍃┛ 󠴛

1⃣ APA ITU KEJANG DEMAM ❓

🔖 Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada anak berumur bulan sampai 5 tahun yang mengalami kenaikan suhu tubuh ( suhu di atas 380C, dengan metode pengukuran suhu apa pun) yang tidak disebabkan oleh proses intrakranial.

🔖 Perlu dibedakan mengenai kejang dengan demam dan kejang demam. Tidak semua kejang dengan demam adalah kejang demam.

🎗 Kejang dengan demam dapat disebabkan oleh hal lainnya seperti; infeksi selaput otak (meningitis), infeksi otak (ensefalitis), dan infeksi otak dan selaput otak (meningoensefalitis), ketidakseimbangan elektrolit darah, dan sebagainya.

✅ Pada kejang demam, kejang terjadi murni akibat kenaikan suhu tubuh, bukan proses lain seperti yang disebutkan di atas.
Untuk itu, diperlukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dan penunjang oleh dokter untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab kejang dengan demam lainnya.

2⃣ EPIDEMIOLOGI: BERAPA BANYAK ANAK YANG MENGALAMI KEJANG DEMAM❓

🔖 Kejang demam terjadi pada 2-5% anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Puncak insidensi kejang demam terjadi pada usia 18 bulan. Insidensi kejang demam akan menurun secara bermakna setelah usia 4 tahun dan sudah jarang terjadi pada anak usia di atas 7 tahun.

3⃣ APA FAKTOR RESIKO UNTUK TERJADINYA KEJANG DEMAM❓

🔖 Faktor resiko terjadinya kejang demam yang pernah diteliti adalah sebagai berikut:

1) Riwayat kejang demam pada keluarga;
2) Riwayat perawatan (masalah kesehatan) saat periode neonatus;
3) Adanya gangguan perkembangan; dan
4) Anak yang dititipkan di penitipan anak.

📌 Seorang anak yang memiliki 2 faktor resiko tersebut mempunyai kemungkinan 28% untuk mengalami kejang demam.

4⃣ BAGAIMANA MEKANISME TERJADINYA KEJANG DEMAM❓

🔖 Mekanisme terjadinya kejang demam belum sepenuhnya dimengerti. Beberapa penilitian sudah menunjukkan bahwa kejang demam terkait dengan gen yang diturunkan secara autosomal dominan.
▶ Ketika demam, kenaikan suhu otak mempengaruhi kanal ion yang sensitif terhadap suhu dan menyebabkan sel saraf lebih mudah tereksitasi (terangsang). Selain itu terdapat IL-1β (zat yang berlimpah di tubuh ketika demam) yang meningkatkan eksitabilitas sel saraf.

🔖 Penjelasan lainnya, kejang demam secara garis besar dipengaruhi oleh maturitas otak. Pada anak-anak otak belum matur. Pada otak yang belum matur memiliki komposisi reseptor dan neurotransmitter (zat pembawa pesan) yang berbeda dengan otak matur, yang menyebabkan sel otak lebih mudah tereksitasi (terangsang). Sejalan dengan pertumbuhan anak maka otak akan semakin matur dan kejadian kejang demam akan turun dan bahkan tidak terjadi lagi.

5⃣ PROGNOSIS:

▶ A) Anak saya pernah mengalami kejang demam, apakah ke depannya bisa terjadi kejang demam berulang❓

📝 Sebagian besar kasus akan mengalami kejang demam berulang. Kemungkinan berulangnya kejang dapat dinilai dari didapatkannya faktor resiko berulangnya kejang. Pada anak-anak yang memiliki keseluruhan faktor resiko, kemungkinan terjadinya kejang demam berulang adalah 80%, sedangkan anak yang tidak memiliki faktor resiko memiliki kemungkinan mengalami kejang demam berulang sebesar 10-15%.

🔖 Faktor-faktor resiko tersebut adalah:

1) Riwayat kejang demam atau epilepsi dalam keluarga;
2) Usia kurang dari 12 bulan;
3) Suhu tubuh kurang dari 39 derajat Celsius saat kejang;
4) Interval waktu yang singkat antara awitan demam dengan terjadinya kejang; dan
5) Apabila kejang demam pertama merupakan kejang demam kompleks.

▶ B) Apakah anak dengan kejang demam dapat mengalami kecacatan atau kelainan neurologis❓

📝 Pada anak yang sebelumnya normal maka biasanya perkembangan mental dan neurologisnya akan tetap normal. Kelainan neurologis dapat terjadi pada anak yang mengalami kejang lama.

▶ C) Apakah anak dengan kejang demam nantinya dapat mengalami epilepsi❓

📝 Tidak semua anak dengan kejang demam akan mengalami epilepsi. Beberapa faktor resiko untuk terjadinya epilepsi adalah apabila terdapat riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung, kejang demam kompleks, kejang demam sederhana yang berulang 4
kali atau lebih dalam setahun, terdapat kelainan perkembangan atau neurologis sebelum terjadinya kejang demam pertama.

6⃣ BAGAIMANA TERAPI KEJANG DEMAM❓

🔖 Terapi kejang demam secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu:

A). Putus kejang

Obat putus kejang yang dapat diberikan di rumah biasanya adalah *diazepam rectal (diberikan melalui dubur).

B) Terapi ketika demam

💊 1). Antipiretik (penurun demam)
Antipiretik yang dapat diberikan adalah paracetamol 10-15 mg/kgBB tiap 4-6 jam atau ibuprofen 5-10 mg/kg/kali 3-4 kali sehari.

💊 2) Antikonvulsan

🔴 Antikonvulsan intermitten
▶ Antikonvulsan intermitten adalah obat antikonvulsan yang diberikan hanya ketika anak mengalami demam. Obat ini diberikan selama 48 jam pertama demam. Obat yang digunakan biasanya adalah diazepam yang diberikan secara oral (diminum) atau diazepam per rectal dengan frekuensi 3×1.

❗Perlu diperhatikan, untuk terapi ini biasanya menggunakan dosis yang cukup tinggi pada anak sehingga dapat menimbulkan efek samping berupa anak mengantuk, dan iritabilitas. Terdapat beberapa kriteria pemberian terapi profilaksis intermiten sehingga tidak semua anak dengan riwayat kejang demam mendapatkan terapi ini.

🔴 Antikonvulsan rumat
▶ Antikonvulsan rumat adalah obat yang diberikan setiap hari kepada anak dengan riwayat kejang demam dengan kriteria tertentu. Obat antikonvulsan tetap diberikan meskipun anak tidak mengalami demam. Antikonvulsan rumat diberikan setiap hari selama 1 tahun untuk kemudian dilakukan evaluasi ulang,

“Terapi kejang demam yang diberikan dapat berbeda pada satu anak dengan yang lainnya tergantung pada kondisi anak. Untuk itu, ikutilah petunjuk dokter yang merawat ananda.”

Kejang Demam

Bukti pembayaran AIA

Banyak di kalangan masyarakat yang masih bilang asuransi tuh nipu, paling juga klaimnya susah, ribet ini itu dan sebagainya. Dan akhirnya banyak yang takut untuk ikut asuransi.

Ini nih buktinya pembayaran AIA di Rumah sakit ketika nasabah harus di rawat inap di Rumah sakit.

Dengan ini semoga masyarakat bisa lebih percaya pada AIA, produk Premier Hospital and surgical Plus (PHS PLUS) memang luar biasa dan terdepan di kelasnya.

Sebelum terlambat, lindungi keluarga anda dengan premier hospital and surgical plus dari AIA sekarang juga.

Konsultasi gratis bisa melalui whatsapp @085646783976IMG_20190620_071733_420IMG-20190620-WA0025IMG-20190620-WA0023

Sekelumit tentang Batuk Bayi

*Batuk Bayi*

➡Batuk umumnya merupakan gejala yang ditimbulkan karena tubuh terinfeksi oleh virus flu.

➡ Di mana dari infeksi tersebut juga dapat mengacu pada berbagai risiko seperti:

✅Batuk rejan
✅Infeksi saluran pernapasan atau tenggorokan
✅Bronchiolitis
✅Infeksi paru-paru

➡Sementara batuk yang menyerang bayi maupun orang dewasa dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu:

✅Batuk kering

Batuk ini terjadi saat bayi memiliki alergi atau kedinginan. Batuk dengan jenis ini juga merupakan salah satu kondisi di mana tenggorokan mengalami iritasi atau peradangan.

✅Batuk basah

Tergolong cukup berbahaya karena sebenarnya batuk basah merupakan gangguan pernapasan dengan disertai infeksi bakteri. Sehingga ciri-ciri yang sangat menonjol dari batuk basah adalah keluarnya dahak (mengandung sel-sel darah putih yang kalah melawan bakteri atau kuman). Bagi bayi akan berbahaya di saat dahak tersebut menggumpal dan menyumbat saluran pernafasan bayi.

➡Umumnya batuk pada bayi juga disertai

✅sakit tenggorokan
✅demam
✅hidung tersumbat atau pilek
✅mata merah
✅rewel
✅kehilangan selera makan
✅ muncul getah bening di area bawah ketiak, leher serta bagian belakang kepalanya.

Mohon Maaf lahir dan Batin

Assalaamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Apa kabar teman teman dan pembaca setia blog ini?

Lama banget saya Vakum nulis di sini dengan berbagai kesibukan yang ada. Mulai dari mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian, ikut kampanye juga karena masuk di calon daftar tetap anggota dprd kota malang dapil blimbing, mendampingi anak belajar karena ujian nasional, daftarkan anak masuk smp dan segala kegiatan komunitas ini itu. 😁

Serasa yang paling sibuk 🙏

Padahal temen-temen juga lebih sibuk dari saya.

Mumpung masih dalam suasana lebaran nih.

🍌🍉🍇🍏🍎🍐🍎🍏🍇🍉🍌

 

*Saya Mengucapkan Selamat ‘Idul Fitri 1 Syawal 1440 H*

*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمَ*

*_Taqabbalallaahu Minnaa wa Minkum Shiyaamanaa wa Shiyaamakum Taqabbal Yaa Kariim_*

*Mohon maaf lahir bathin atas segala salah & khilaf. Semoga amal ibadah dan puasa kita diterima oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’aala… Aamiin Yaa Mujiibassaa’iliin*

 

Semoga setelah ini bisa aktif lagi nulis di sini….🤗😇

*وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*

*Asnik Yanatun *

🇲🇨❤☪🕌🕋🕌☪❤🇲🇨

asuransi bukan tabungan

Topik ini sudah beberapa kali saya bahas, tapi kemarin ada seorang teman share di wall-nya tulisan keluhan dari seorang nasabah asuransi. Saya kutip seperti aslinya (namun endingnya saya potong karena tidak penting dan tidak relevan). Ini bunyinya :

—————————————————————————
“Hati2 dengan asuransi XXX mXXXXXri..
6th investasi,dengan premi 500 perbulan cuman cair 26jt….saya rugi 10jt….dalam 6 th.yang anehnya dana masuk ke rekening tanpa konfirmasi ke saya dulu….,dana dicairkan tanpa penjelasan.benar2 keterlaluan….ketipu sama XXX cukup sudah dan mudah2an org lain bisa belajar dari kejadian ini.
Kronologi
Pertama.6 tahun lalu saya diajak masuk XXX mXXXXXri. dan saya mau karna tergiur dengan penjelasan inv dan perkembangan uangnya yang lumayan.mbaknya bilang ditahun kelima duitnya kalau dicairkan maka sudah tidak ada pemotongan lagi,dan ditahun ke enam mbak sudah menikmati nilai inv.
Kedua.ditahun ke enam saya ajukan pencairan sekaligus penutupan…eh ternyata cuman cair 26jt.padahal saya sudah setor 36 jt…,kemudian saya komplain ke cabang sama mbaknya yang pertama kali ngajak saya.yang anehnya dia bilang mbak komplainnya ke pusat,bukan ke saya,saya hanya administrasi,jadi kalau ada sesuatu yang kurang berkenan silakan komplain ke pusat…benar2 bikin saya ciut pelayanan apaan ini…. ”
———————————————————————————-

Saya coba kupas mengapa hal ini bisa terjadi.

PERTAMA, ini terjadi, kemungkinannya, karena dua hal : nasabah tidak mengetahui fitur, benefit serta biaya-biaya yang timbul dari produk asuransi yang dibelinya, tidak membaca polis ATAU karena agen penjualannya tidak memberikan keterangan yang detil dan cenderung “misselling”.

KEDUA, kemungkinan besar produk yang dibeli adalah produk asuransi UNIT LINK. Produk asuransi Unit Link adalah produk yang menggabungkan manfaat asuransi dan investasi. Jadi uang yang dibayarkan oleh nasabah dibagi dua, sebagian untuk membayar proteksi dan sisanya baru diinvestasikan. Investasi di Unit Link 99,9999 % mirip dengan model investasi di Reksadana.
Investasi di Rekasdana adalah investasi “berombongan” dimana kumpulan dana nasabah dikelola oleh “koki ahli” investasi (cq Manajer Investasi) dalam berbagai instrumen sesuai tingkat resiko :

-Resiko Tinggi (dengan potensi return/imbal hasil tinggi) : biasanya di Saham/Equity (Ekuitas)
– Resiko Sedang (dengan potensi return/imbal hasil sedang) : biasanya dalam bentuk campuran Saham+Fixed Income atau Obligasi
– Resiko Rendah (dengan potensi return/imbal hasil rendah) : biasanya dalam bentuk fixed income atau deposito

Dalam banyak kasus di lapangan, Nasabah dan Agen Asuransi tidak paham, sehingga agen berani menjanjikan (jaminan) hasil tinggi dan nasabah (main) setuju saja, 100 % dana disimpan di instrumen saham. Jadilah ketika harga saham sedang gonjang-ganjing, nilai investasi juga jeblok.
Padahal dalam produk UNIT LINK yang PASTI diberikan sesuai JANJI adalah UANG PERTANGGUNGAN Asuransi, bukan imbal hasil investasi. Imbal hasil investasi diberikan sesuai dinamika pasar.

KETIGA. nasabah ini (mungkin) terbujuk rayuan agen soal pengembalian hasil investasi tanpa memahami point KEDUA di atas. Dan agen tidak menerangkan bahwa Asuransi BUKAN Tabungan. Dalam produk asuransi UNIT LINK ada beberapa biaya yang timbul, biaya ini dipotongkan dari iuran/premi nasabah :
– Biaya Asuransi (CoI) : Karena ada UANG PERTANGGUNGAN yang akan diberikan oleh Perusahaan Asuransi pada Nasabah bila terjadi resiko (sesuai kontrak polis), maka dibebankan sejumlah Biaya Asuransi (Cost of Insurance/CoI). Biaya ini makin tinggi, bila ditambahkan beberapa aneka asuransi tambahan seperti asuransi kesehatan, penyakit kritis atau kecelakaan. Tidak ada yang gratis.
– Biaya Akusisi : Ini adalah biaya yang dibebankan pada nasabah untuk membayar pencetakan dan administrasi polis serta komisi agen. Nah… Disinilah letak masalahnya. Beberapa produk Unit Link membebankan biaya akuisisi hinga 205 % dari Premi yang dibayar nasabah. Ya 205 %, biasanya disebar biaya tersebut dalam 5 tahun pertama masa pembayaran premi. ARTINYA, pembayaran premi nasabah pada dua tahun pertama pasti tidak mengandung saldo untuk investasi…alias NOL.
Nah, bila nasabah memang berkeinginan ber-INVESTASI (bukan MENABUNG lho ya…beda soalnya) di produk Unit Link, cari dan pastikan produk tersebut Biaya Akusisinya rendah (kalau bisa nol persen). Apakah ada ? ADA. Sehingga premi yang dibayar hanya dipotong Biaya Asuransi (relatif kecil) dan sisanya pol masuk ke Investasi.

Kemudian, bila berniat investasi di produk Unit Link,  jangan beli produk yang 2in1, 3in1 atau semacam itu, dimana dijanjikan cuma beli 1 produk asuransi ada proteksi (daam bentuk uang Pertanggungan), ada asuransi kesehatannya plus asuransi kecelakaan plus penyakit kritis dan… ada tabungan pendidikannya. Gawat… kemungkinannya selain preminya menjadi sangat mahal, atau bakal terjadi kejadian seperti di atas : pas uang mau ditarik berkurangnya banyak. Ya iyalah, biaya asuransinya banyak banget.

Satu hal lagi, penarikan dana investasi juga harus memperhatikan momentum. Nah, ini juga banyak salah kaprah, ketika menawarkan pada nasabah, agen asuransi “menjanjikan” imbal hasil investasi tinggi tanpa memperhatikan profil resiko nasabah dan tujuan keuangan nasabah. Premi nasabah dimasukkan dalam instrumen saham/ekuitas semua (padahal ada pilihan lain yang tak terlalu beresiko, dibandingkan saham). Nah, nasabah yang pas-pasan (uang dan pengetahuannya) pasti akan ngamuk saat menarik uang pada saat kondisi saham sedang jeblok.

Nah, saran saya sebagai Konsultas Perencanaan Keuangan Keluarga, supaya tak terjadi seperti nasabah di atas, adalah :

1. Kalau mau menabung, tabunglah uang di Bank. Resikonya hanya imbal hasil (baca bunga) nilainya dibawah inflasi, artinya memang tabungan di Bank hanya untuk keperluan sehari-hari dan jangka pendek. Makin lama uang ditabung di bank, sebenarnya makin berkurang nilainya (karena biaya-biaya dan inflasi)

2. Belilah produk asuransi memang untuk proteksi penghasilan, bentuknya Uang Pertanggungan yang cukup sesuai Nilai Ekonomis. Sehingga ini bisa menjamin penghasil nafkah keluarga meninggalkan warisan yang cukup untuk keluarganya kelak.

Bilapun membeli produk asuransi Unit Link, jangan bebani dengan berbagai macam produk asuransi tambahan. Bila perlu asuransi kesehatan, belilah asuransi kesehatan (saja). cari produk yang BIAYA AKUISISINYA rendah (bila perlu nol persen) untuk memastikan proteksi kita dapat, investasi juga berkembang baik.

3. Bila merasa Uang Pertanggungan atau dana warisan yang dimiliki sudah mencukupi dan berniat investasi, saya menyarankan, belilah produk Reksadana langsung. Tidak kena biaya akuisisi, hasil investasi jauh lebih optimal. Syaratnya ya tadi, anda sudah cukup ter-cover oleh “koleksi” produk asuransi yang anda miliki.

Dan ada satu hal yang jarang awam ketahui, bahwa produk UNIT LINK memiliki keunggulan berupada adanya fitur WAIVER, atau pembebesan pembayaran premi pada kondisi tertentu yang disepakati (misal ; pembayar premi meninggal dunia atau cacat total tetap yang membuatnya kehilangan kemampuan ekonomi/tak bisa bekerja.

Fitur Waiver ini tak dimiliki oleh produk Tabungan di bank atau produk Reksadana.  Sehingga produk Unit Link memiliki kelebihan : menjamin rencana investasi jangka menengah atau panjang nasabah bisa terlaksana sesuai rencana.  Baik saat nasabah panjang umur maupun “pendek umur”.

Nah, semoga tak ada lagi diantara teman-teman yang komplain di medsos soal produk asuransi yang dibelinya. Karena justru membuka aib sendiri, kita membeli produk yang kita tak tahu fitur, benefit dan biayanya …

Tidak mengetahui soal produk asuransi bukan alasan untuk anti asuransi atau tidak memilikinya. Justru di era informasi yang luar biasa berlimpah ini, kita harus semakin cerdas, untuk masa depan yang lebih baik.

Selamat ber-Asuransi..
—————————————————————————

Tulisan copy paste dari tulisan pak basri adi

http://www.basriadhi.com/2016/05/asuransi-bukan-tabungan.html?m=1