Archive | Mei 2012

Habis Lulus SMA Mau Ngapain ? episode 1

Lulus SMA

corat coret baju seragam setelah Lulus SMA

Itulah pemandangan di beberapa lokasi yang saya temui hari jum’at siang tgl 25 mei 2012.  Foto di atas saya ambil di Taman Krida Budaya, Jl Sukarno Hatta-Malang. Mereka mencorat coret baju seragam mereka,untuk mengekspresikan kegembiraan mereka, karena telah lulus dari SMA.

Wajar sih jika mereka berkelakuan seperti itu dan hak mereka pula melakukan hal seperti itu. Toh juga baju mereka sendiri. Tapi alangkah lebih bijaksana lagi jika baju itu bisa disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

Seperti apa yang dilakukan oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kabupaten Garut yang beritanya bisa dilihat disini http://www.gosipgarut.com/lulus-un-siswa-smkn-1-garut-sumbangkan-pakaian-seragam.html. Begitupula yang dilakukan oleh SMAN 7 Kediri , mereka lebih memilih menyumbangkan baju seragamnya ketimbang dicorat-coret. Klik juga infonya disini http://adulcheater.blogspot.com/2012/05/beragam-ritual-unik-perayaan-kelulusan.html.

Bagaimana dengan di sekolahmu? share di sini ya….

Iklan

Air Terjun Grojogan Sewu – Pujon

Banyak dari anda mungkin yang belum mengetahui keberadaan air terjun yang satu ini, termasuk saya pribadi yang baru ngeh ada air terjun di sini. meskipun sering melewati jalan ini ketika mudik ke kediri, tapi saya tidak memperhatikannya. Baru ketika mudik ke Nganjuk saya melihat ada air terjun yang lumayan menarik. Dan sayapun memutuskan nanti ketika balik ke Malang harus mampir nih.

Setelah balik dari Nganjuk dan sesampainya di lokasi ini, saya pun bertanya ke orang-orang disekitar yang saya temui bagaimana caranya untuk sampai ke air terjun itu.

Air Terjun ini bernama “Grojogan Sewu”. Banyak dari kita mungkin langsung menunjuk ke kota Karanganyar Jawa Tengah yang di daerah tersebut ada nama air terjun yang sama. Oho, bukan di sana. Air Terjun ini terletak di Dusun Tretes Desa Bendosari Pujon-Malang. Air terjun ini bisa dilihat dari jalan raya, dan memang letaknya tidak jauh dari Jalan Raya. Hanya sekitar 100 m dari Jalan Raya.

Untuk menuju air terjun ini kita harus berjalan kaki, karena memang akses jalan hanya mungkin untuk pejalan kaki. Melewati pintu masuk yang bertuliskan nama air terjun, berjalan melewati jembatan gantung hasil dari AMD (Abri Masuk Desa), menyusuri jalan setapak di pinggiran sawah yang lumayan terjal dan sampailah ke lokasi.

Pintu Masuk jembatan

jembatan gantung

jembatan gantung

Jalan Menuju Air Terjun

View Di Dekat Air Terjun

Di sisi Air Terjun terlihat banyak dupa dan sesajen di bawah pohon Beringin. Padahal di Pohon Beringin ada tulisan “Ini Bukan Pohon Keramat, Berteduhlah di sini”. Tapi ya tetep aja ada saja orang yang menjadikan pohon itu sebagai keramat dan mungkin mencari ilmu kanuragan….Hiyak….

Pohon Beringin

Pohon Beringin

Air terjun Grojogan sewu

Air terjun Grojogan sewu

Air Terjun Grojogan Sewu

Air Terjun Grojogan Sewu

Menurut saya pribadi memang lokasi wisata ini tidak terawat dengan baik. Terutama akses jalan. Andai saya jadi pemimpin di situ, saya akan merombak aset wisata itu menjadi lokasi wisata yang aduhai. Dengan cara membangun jalan yang mulus sehingga mobilpun bisa sampai ke lokasi tersebut. Mendirikan tempat penginapan yang memadai dan fasilitas-fasilitas yang mendukung lainnya. Diharapkan lokasi wisata ini lebih ramai dikunjungi banyak orang. Warga penghasilannya bertambah dan juga pendapatan daerah bertambah pula dari sini:)

Ini cerita saya, bagaimana dengan anda?

Mudik ke Nganjuk

Sebelum pulkam ke Nganjuk, kita menyempatkan diri ke Matahari pasar besar lt 3 untuk mencari catridge Canon 2770 warna hitam pesenan  adikku. Tepat jam 15:00, kita pun memutuskan untuk segera meluncur ke Nganjuk.
Yang  ada di pikiranku saat itu, setelah dari Kota Batu, ke utara menuju Jombang tinggal lurus saja ke Barat ketemu lah Kota Nganjuk. Tapi memang pengalaman yang kita alami sungguh di luar dugaan. Disamping memang kita belum pernah melakukan perjalanan dari Malang langsung ke Nganjuk, Suami yang saat itu mengemudikan kendaraan ternyata tak mengetahui jalan dari Malang ke Nganjuk sama sekali.  Setiap mudik di menjelang hari raya Idul Fitri kita biasanya dari Malang  ke Kediri dulu di rumah mertuaku baru hari kedua hari Raya Idul Fitri ke Nganjuk di rumah OrangTuaku.
Mudik ke Nganjuk kali ini memang pengalaman pertama dan mungkin pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanan hidupku.
Setelah mendapati Plang Tulisan kalau arah Jombang itu kekanan kita pun mengambil arah ke kanan Setelah kira-kira 15 menit kita pun menanyakan jalan yang terdekat ke Nganjuk itu sebelah mana Bakso, dan Penjual Bakso itupun memberikan ancer-ancer dimana Kota Nganjuk itu. Dengan penuh percaya diri suamiku melaju kendaraan dengan kecepatan lumayan tinggi agar bisa cepat nyampai ke Nganjuk. Tapi terlintas di pikiranku justru ada yang janggal sepertinya. Kenapa seperti melewati daerah yang sama bolak balik? Ternyata benar dugaanku. Kita hampir satu jam ternyata hanya berputar-putar mengelilingi kota Jombang.
Mau tidak mau kita harus bolak balik bertanya pada beberapa orang mana arah yang benar menuju kota Nganjuk. Sampailah kita di daerah yang bernama Sembung. Wah, mungkin sebentar lagi pasti nyampai Nganjuk, pikirku. Ternyata perjalananpun masih cukup jauh. Yang ada di pikiran kita saat itu, Jalan raya yang kita lalui kok gak ada putusnya ya….kapan nyampainya?
Ada tulisan “Anda memasuki Kota Adipura Nganjuk”, wew bentar lagi nih…..
Eit, tunggu  dulu. Untuk sampai di rumah  Ibuku yang terletak di Dusun jatisari, Desa Ngangkatan, Kecamatan rejoso Kabupaten Nganjuk harus melewati beberapa Kecamatan lagi. Kertosono, Baron, Barong, Sukomoro, Kota Nganjuk, masih harus ke Utara lagi. Melewati desa Bagor, kedungdowo, Ngrandu, Mlorah, Ngangkatan dan akhirnya sampai juga di rumah dimana aku dilahirkan dulu.
Kitapun masuk rumah dan disambut hangat oleh adik dan ibuku tercinta. Yang aku lihat pertama kali setelah memasuki rumah pertama kali adalah jam yang ada di handphoneku. Dan jam menunujukkan pukul 19:50. Alhamdulillah, gumamku.

Sayang banget gak sempat skrinsyut selama perjalanan. 🙂
Itu ceritaku, apa ceritamu ?

Sudah terbiasa membuang sampah di sembarang tempat ?

Untuk kedua kalinya saya membahas masalah membuang sampah. Mungkin membuang sampah bagi sebagian orang dianggap sebagai hal yang sepele.  Tapi tidak demikian bagi saya. Karena semua yang besar itu berawal dari yang kecil. Kalau hal yang paling sepele, hal yang paling ringan, hal yang paling kecil tidak bisa kita lakukan, bagaimana bisa hal itu menjadi besar. Orang bisa sukses tentu berawal dari kecil juga khan…..

Seperti pengalaman saya pagi hari ini ketika mengikuti jalan sehat yang diselenggarakan oleh PKS kota Malang dalam rangka memperingati Milad PKS yang ke -14 dan mensosialisasikan Bpk Arif HS sebagai Cawali kota Malang dari PKS. Semua peserta diminta MC untuk mengumpulkan sampah pada tempatnya, paling tidak sampah terkumpul jadi satu agar panitia atau orang yang ditugaskan untuk membersihkan sampah nantinya lebih gampang. Tetapi yah mungkin sudah menjadi karakter rakyat kali ya, ada saja yang membuang sampah disana sini. Duh….susaah banget ya mengkoordinir banyak orang itu. Ini baru berapa ratus orang kalau mengkoordinir satu negara? Itulah mengapa menjadi pemimpin itu tidak mudah. Perlu ilmu dan keteladanan yang harus diperlihatkan oleh para calon pemimpin dimanapun itu. Lead by excample, itu motto yang tepat menurut saya.

Setelah acara tersebut usai, saya pun bergegas untuk pulang karena ada dua agenda yang menanti dirumah. Sesampai di Jl Raya Bugis, tepat dihadapan saya ada sebuah mobil Toyota Kijang Innova bernopol N xxxx WU dan bertuliskan kalimat Syahadat di kaca bagian belakang mobil tersebut. Keren banget mobil ini pikirku. Tak lama setelah itu kaca mobil bagian depan sebelah kiri dibuka oleh pengendara mobil tersebut. Dan apa yang ia lakukan? Dia membuang tissue keluar jendela begitu saja.  Sayapun jadi geleng-geleng kepala. Apa yang  naik mobil tersebut tidak malu pada tulisan di mobilnya kali ya….

Saya pun penasaran jadi pengen tahu tampang orang yang ada di mobil tersebut, apalagi yang membuang tissue tadi. Saya melacu dengan sepeda motor Spacy helmin dengan lebih kencang sehingga bisa berada di mobil itu. Saya menoleh ke kanan, eh yang membuang tissue tadi seorang wanita berjilbab dan lumayan cantik juga. Tapi sayang sekali perilakunya nggak cantik.

Apa mungkin membuang sampah sembarangan di jalan raya sudah menjadi hal yang wajar dan memang nggak aneh di jaman sekarang ini ya?

Itu pengalaman saya hari ini. Bagaimana dengan anda?