Tag Archive | telkom indonesia

The last day in Asean Blogger Festival 2013

Apa kabar semuanya? Kembali lagi saya menulis kegiatan yang saya alami ketika mengikuti acara Asean Blogger festival Indonesia 2013. Kalau nggak segera di tulis segera lupa akan rundown nya. Meskipun pengalaman ini nggak ada duanya. Tetap setia menggunakan paket Speedy di rumah  dari PT Telkom Indonesia upload foto jadi secepat kilat dan gak ada ceritanya lelet.  Berikut liputan saya.

 Pagi-pagi sekitar jam 06:30 Bus yang akan membawa  peserta ABFI  ke Jl Slamet Riyadi  sudah standby di depan Hotel Sahid Jaya Solo. Duh gak sabar kepengen naik kereta tua aja. Sesampai di Jl Slamet Riyadi (Gladak) kami setia menunggu kereta itu. Jeprat jepret yang ada di daerah situ. Capek Jeprat jepret duduk di depan Pusat Grosir Solo (PGS) yang belum buka juga. Kebetulan hari itu bertepatan dengan acara rutin Car Free Day di Jl Slamet Riyadi yang digelar setiap hari minggu. Jadinya lumayan ada pandangan mata yang bisa dilihat kesana kemari.

Patung Riyadi

Patung Slamet Riyadi

IMG00200-20130512-0752

IMG00204-20130512-0801

IMG00206-20130512-0824

Setelah lama menunggu akhirnya kereta tua ” SEPUR KLUTHUK JALADARA” pun tiba.  Sik asyik ayo naik semua bro &sist. Melewati Jl Slamet Riyadi, kemudian ke Purwosari. Perjalanan dengan menaiki Sepur Kluthuk Jaladara pun berakhir di Stasiun Purwosari.

Setelah itu kita menaiki  bus  menuju Keraton Surakarta untuk acara penutupan Asean Blogger Festival 2013. Jarak antara Stasiun Purwosari ke Keraton Surakarta memang tidaklah jauh. Nggak sampe 10 menit kita pun sudah sampai di dekat keraton dimana bus bisa parkir dengan leluasa. Dalam hati berat banget berpisah dengan teman-teman di sini. meskipun baru bersama beberapa hari saja, tetapi kita sudah seperti saudara.

IMG00211-20130512-0849

Kereta lewat depan ini

IMG00215-20130512-0851

Lewat depan sini juga

IMG00214-20130512-0851

IMG00218-20130512-0851

IMG00219-20130512-0856

IMG00222-20130512-0859

IMG00220-20130512-0857

IMG00226-20130512-0903

IMG00227-20130512-0918

Sebelum memasuki Keraton kami disambut oleh pemandu wisata dari keraton. Beliau  menjelaskan secara detail aturan memasuki Keraton Surakarta. Bagi pria dilarang menggunakan topi, menggunakan celana pendek dan sendal jepit pada saat memasuki keraton Surakarta. Bagi wanita dilarang menggunakan celana dan juga dilarang memakai sendal  saat memasuki keraton Surakarta. Eit saya sama sekali tidak mengetahui hal ini. Dan panitia pun juga tidak menginformasikan hal ini. Trus bagaimana nasib saya ini? Pakai celana dan memakai sendal juga. Aturan di sini kalau wanita memakai celana harus memakai kain panjang sebagai penutup celana tersebut. Setelah salah satu panitia mencoba berdiskusi dengan pemandu wisata dari Keraton tersebut akhirnya kita di persilakan masuk. Karena bukan hanya saya yang memakai celana. Banyak teman saya yang wanita memakai celana juga. Trus gimana dengan sendal ini? Untuk sendal tidak ada toleransi. Terpaksa kita menenteng sendal selama di dalam Keraton Surakarta.Pasti bakalan  sakit nih kaki. Itung-itung terapi kaki nanti pikirku untuk menghibur hati.

1589050-kraton_solo_centraljava-surakarta

Foto saya ambil dari sini http://altratour.com/index.php?option=com_content&view=article&id=75:keraton

Sebelum memasuki Keraton ada parade pasukan Keraton keluar dari Sitihinggil Lor Keraton Surakarta. Pasukan tersebut memakai seragam layaknya prajurit dengan tangan memegang pedang. Setelah memasuki kompleks Sitihinggil Lor/Utara, sampailah kita pada Kompleks Sri Manganti dengan melewati pintu gerbang yang disebut dengan Kori Kamandungan. Di depan sisi kanan dan kiri gerbang yang bernuansa warna biru dan putih ini terdapat dua arca. Di sisi kanan dan kiri pintu besar ini terdapat cermin besar dan diatasnya terdapat suatu hiasan yang terdiri dari senjata dan bendera yang ditengahnya terdapat lambang kerajaan. Hiasan ini disebut dengan Bendero Gulo Klopo. Di halaman Sri Manganti terdapat dua bangunan utama yaitu Bangsal Smarakatha disebelah barat dan Bangsal Marcukundha di sebelah timur. Sayang sekali batrei BB saya habis sehingga saya tidak bisa mengambil gambar sama sekali ketika di sini.

Sampailah kita pada Kompleks Kedaton, dimana acara pentupan Asean Blogger Festival Indonesia 2013 di gelar.  Halaman Kedhaton dialasi dengan pasir hitam dan ditumbuhi oleh berbagai pohon antara lain ditanami dengan pohon  Sawo Kecik (Manilkara kauki; Famili Sapotaceae). Selain itu halaman ini juga dihiasi dengan patung-patung bergaya eropa. Ketika melewati area ini lumayan untuk terapi kaki karena saya berjalan tanpa alas kaki.

Di sini kami disuguhi dengan tarian srimpi dan perang-perangan yang dimainkan oleh penari-penari khusus dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Tak lupa Gusti Kanjeng Ratu Wanda juga memberikan kata-kata sambutan untuk lebih memperkenalkan Keraton Surakarta pada semua peserta Asean Blogger Festival Indonesia 2013. Sebelum acara penutupan kita juga disuguhi makanan pembuka. Namanya apa saya juga kurang tahu. Kalau istilah saya sendiri itu namanya Kue Lapis.

IMG00228-20130512-1255

Kue Lapis, Sosis Solo & Teh untuk hidangan pembuka.

Setelah acara penutupan kita disuguhi makan siang dengan menu Selat Segar Solo, Nasi liwet dan teh. Sayang gak bisa ambil fotonya. Karena benar-benar batrei habis. Biar gak penasaran apa itu Selat Segar Solo dan Nasi liwet, gambar ini saya ambil dari sini http://surakarta.go.id/konten/solo-culinary-destination. Adapun bentuk penyajian waktu kita di Keraton lebih bagus dari ini ya.

selat segar

Selat Segar Solo

nasi liwet solo

Nasi Liwet Solo

Benar-benar Solo itu Kota Budaya. Solo itu bisa dikatakan Spirit of Java.  Bener-bener ngangenin dan pengen kembali berkunjung ke kota ini. Apalagi Keraton Surakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya bisa masuk Keraton Surakarta. Pengalaman pertama dan nggak akan pernah bisa saya lupakan. Terima kasih semuanya. Semoga kita bisa ketemu di acara  selanjutnya.

Informasi terkait dengan Keraton Surakarta bisa klik di sini http://kratonsurakarta.com/.

Iklan

The Third Day In Asean Blogger Festival Indonesia 2013

Pada hari ketiga di acara Asean Blogger Festival 2013 di mulai dengan presentasi dari perwakilan masing-masing negara mengenai potensi negara. Baik itu mengenai potensi obyek wisata, makanan traditional ataupun keragaman budaya dari masing-masing negara.

Yang paling menonjol dari presentasi dari perwakilan negara Filipina. Sepertinya mereka sangat didukung oleh negara mereka layaknya duta pariwisata 🙂

Selanjutnya para peserta dibagi ke dalam kelas-kelas.  Ada 5 pilihan kelas untuk sesi pertama. ASEAN Plans against Cybercrime, Freedom of Expression, Internet Governance Forum, Culinary ASEAN Blog, dan Building bloggers communities in ASEAN Member States. Saya sengaja memilih kelas “Culinary Asean Blog”. Alasan saya cukup simple, materi cukup ringan dan sangat menarik untuk di simak. Apalagi saya paling suka yang namanya wisata kuliner.

Pada kelas “Culinary Asean Blog” ini di isi oleh Arie Parikesit. Luar biasa antusias para peserta di kelas ini. Sayang sekali waktu yang disediakan sangat terbatas. Menurut saya pribadi amat sangat nggak cukup waktunya. Hal yang bisa saya ambil dari kelas ini, jenis makanan di negara asean itu sangat beragam. Terkadang bisa saja jenis makanan yang sama tapi bisa berbeda di satu negara dengan di negara lain. Indonesia kurang begitu memperkenalkan makanan kepada dunia. Sedangkan di negara lain contohnya Vietnam sangat getol memperkenalkan makanan dari negaranya lewat twitter. Ini menjadi salah satu tugas bagi para blogger untuk memperkenalkannya ke dunia internasional.

arie

Foto milik @PergiDulu ,Adam & Susan

IMG00169-20130511-1042

Info juga nih, rendang itu sebenarnya cara memasak bukan nama makanan. Dan ada banyak macam rendang juga. Klo gak salah ingat sih ada 80 cara rendang. Yah gini kalau nggak di catat waktu acara berlangsung jadi lupa. Arie Parikesit juga memaparkan juga contoh makanan asli dari masing-masing negara di ASEAN. Baru tahu juga ternyata “Kapurung” makanan asli dari Indonesia.  Makin penasaran pengen nyobain.

Berlanjut ke sesi kedua saya masuk ke kelas “Travel Blogger”. Di kelas ini hanya sedikit yang bisa saya dapatkan. Efek dari penuhnya kelas. Dan bisa dibilang melebihi kuota. Intinya disampaikan beberapa tips cara membangun Travel Blog (building your travel blog).

Break untuk makan siang dan sholat. Selanjutnya jalan-jalan. Pada acara  kunjungan ke obyek wisata kali ini ada dua pilihan, obyek wisata Situs Manusia Purba Sangiran dan Candi Sukuh. Pilihan saya ada pada Candi Sukuh.

Candi sukuh terletak di kelurahan Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten karanganyar. Untuk menuju kesana, rombongan kami ditemani oleh pemandu wisata dari Dinas Pariwisata Karanganyar. Jadi selama di perjalanan kita bisa mengetahui lebih dulu sekilas kota Karanganyar. 

Sesampai di sana kita dibuat takjub dengan pemandangan sekitar Candi Sukuh. Candi sukuh tempatnya di lereng Gunung Lawu sehingga udaranya sungguh sejuk.  Kesan Candi Sukuh berbeda dengan candi-candi yang lain seperti Candi Borobudur ataupun Candi Prambanan. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru.  Kata teman yang tahu sejarah sih. Karena saya sendiri nggak begitu paham masalah peninggal bersejarah. Hampir mirip juga  akan bentuk-bentuk Piramida di Mesir.

Menurut pakar sejarah yang menjelaskan Candi Sukuh kepada rombonan kami, candi ini ditemukan paling awal dibandingkan candi-candi yang lain dan dibangun paling akhir. Candi sukuh bisa dikatakan sebagai candi kesuburan, candi yang menggambarkan sex education, dan ada juga yang mengatakan candi yang menggambarkan seni bercinta.

Candi ini didominasi dengan bangunan arca dan relief.  Setelah memasuki pintu utama, ada ornamen Lingga dan Yoni. Konon ceritanya di sini untuk menguji seorang wanita itu masih perawan atau tidak. Berikut beberapa foto yang bisa saya ambil ketika akan memasuki candi sukuh dan ketika di dalam area candi sukuh. Hasil Foto mungkin tidak begitu memuaskan karena memang saya tidak membawa kamera, hanya mengandalkan kamera dari Blackberry saya dan copas dari orang lain.

Jalan Menuju Candi Sukuh

Jalan Menuju Candi Sukuh

IMG00178-20130511-1428

IMG00180-20130511-1429

IMG00179-20130511-1429

Ornamen Lingga dan Yoni

Ornamen Lingga dan Yoni

Sebelah atas dari Ornamen Lingga dan Yoni

Sebelah atas dari Ornamen Lingga dan Yoni ( Gapura Paduraksa)

IMG00189-20130511-1435

Ornamen berbentuk rahim

Ornamen berbentuk rahim

Gapura Paduraksa yang di dalamnya terdapat ornamen Lingga dan Yoni (tampak dari depan)

IMG00186-20130511-1432

bareng2

Foto dari boteell (blogger samarinda)

Seusai dari Candi Sukuh kita diajak ke Urban Forest. Sebuah lahan perkampungan warga yang sering terkena banjir dari Sungai Bengawan Solo yang disulap untuk menjadi taman kota. Dengan adanya kerjasama dari pemerintah kota Solo, PT Telkom Indonesia dan para donatur, diharapkan area ini bisa menjadi pilihan warga untuk menjadi taman rekreasi. Tentu saja di sini ada layanan akses internet menggunakan WiFi Indonesia dari PT.Telkom Indonesia. Benar-benar sebuah solusi bagi warga yang luar biasa dan bisa dicontoh oleh daerah lain.

Di urban Forest kita diajak untuk mengikuti acara penanaman pohon di lokasi tersebut. Pohon-pohon itu hasil sumbangan dari donatur. Sayang sekali saya  lupa namanya siapa.

Acara di Urban Forest selesai, kita kembali ke hotel tempat menginap masing-masing. Sholat, mandi dan berganti baju untuk acara city Tour dengan menaiki Bus tingkat atau yang biasa disebut dengan “Bis Wisata Werkudara. Tapi saya dan beberapa teman memutuskan untuk ke pasar malam yang ada di depan Puro mangkunegaran dengan berjalan kaki.

Puas menikmati pasar malam yang diadakan seminggu sekali di depan Puro mangkunegaran, kita-pun kembali ke Hotel Sahid jaya dimana kita menginap.

Itu cerita pengalaman saya.  Apa cerita kalian ?