Tag Archive | AIA Financial

Riset MARKPLUS untuk AIA Financial

Apa sih MARKPLUS itu ? Mungkin banyak diantara kita masih belum mengenal apa dan siapa itu MarkPlus. Bahkan mendengar saja mungkin ada diantara  belum pernah sama sekali.

Mark Plus sekarang ini lebih dikenal sebagai institusi riset yang paling terkemuka di Indonesia. Beberapa sumber mengenai MarkPlus bisa dilihat disini  dan disini

Apa hubungannya dengan AIA Financial? MarkPlus melakukan beberapa riset untuk AIA. Beberapa riset MarkPlus untuk AIA Financial di tahun 2011 sebagai berikut :

Hanya 17,5 PERSEN Orang Indonesia di kota-kota besar yang sudah memiliki asuransi jiwa. Sedangkan secara nasional, sampai dengan 2009, hanya 16 persen orang Indonesia yang sudah memiliki asuransi jiwa. (BAPEPAM-LK 2010 DAN RISET MARKPLUS 2011 untuk AIA FINANCIAL).

Tiga dari lima orang Indonesia tidak punya persiapan jika menghadapi risiko kesehatan atau kematian ( Riset MarkPlus 2011 untuk AIA Financial).

PENTING! Ternyata dana cadangan yang tersedia untuk melindungi keluarga dari musibah di masa depan rata-rata bagi mereka yang memiliki asuransi hampir mencapai Rp 25 Juta. Namun yang tidak memiliki asuransi simpanannya rata-rata hanya Rp 2 Juta. (Riset MarkPlus 2011 untuk AIA Financial)

Rata-rata pendapatan keluarga yang disisihkan untuk menabung hanya 18 persen, sedangkan untuk asuransi hanya 10 persen. Padahal biaya pengobatan tiap tahun terus meningkat. (Riset MarkPlus 2011 untuk AIA Financial).

Rp 145 Juta. Rata-rata uang pertanggungan secara nasional bagi mereka yang memiliki asuransi, dengan kesenjangan perlindungan sebesar 55% dari perkiraan total nilai risiko. Mereka ini memiliki kesadaran tinggi dalam menilai risiko di masa depan (Riset MarkPlus 2011 Untuk AIA Financial).

Iklan

AIA Financial

Ada pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang. Dan jika tak kenal, maka kenalanlah.  Mungkin dari kita ada yang belum tahu tentang AIA Financial. Maka dari itu, tulisan saya kali ini ingin menceritakan sedikit hal tentang apa dan siapa itu AIA Financial.  Hal ini wajar saya tulis, karena saya berbisnis juga dengan AIA Financial. Saya sudah bergabung di AIA Financial sebagai Financial Conselor sejak Nopember Tahun  2010. Saya sangat mencintai profesi saya dan saya tulus membantu anda yang ingin konsultasi tentang perencanaan keuangan anda.

AIA merupakan salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia dan merupakan anggota dari perusahaan AIA Group. AIA adalah pelopor pelaku distribusi Bancassuranceserta peraih penghargaan dalam industry asuransi jiwa di Indonesia.

AIA Group merupakan suatu organisasi pan-Asian asuransi jiwa terkemuka yang telah berakar kuat di wilayah Asia Pasifik selama lebih dari 90 tahun. Mempunyai jaringan yang luas dari 250.000 agen dan 20.000 karyawan yang tersebar di 15 pasar geografis. Melayani labih dari 20 juta nasabah di Asia di region ini.

Tidak hanya ada di Indonesia AIA  Group memiliki kantor cabang, anak perusahaan dan perusahaan afiliasi di Negara-Negara seperti Australia, Brunai, China, Hongkong, India, Indonesia, Macau, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

 AIA Financial menawarkan berbagai produk asuransi termasuk Syariah, mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri dan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi maupun program kesejahteraan karyawan dan program pensiun yang dipasarkan di Indonesia melalui beragam jalur distribusi.

Memilih lembaga keuangan, termasuk perusahaan asuransi ada 4 hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut, yaitu Aset, Likuiditas, RBC dan Profit.

Aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari.  Definisi aset secara lengkap http://id.wikipedia.org/wiki/Aset.  Besarnya aset suatu perusahaan itu sangat penting  dijadikan sebagai alasan oleh nasabah dalam menentukan pilihannya dalam berinvestasi . Artinya jika uang nasabah ditarik semua atau terjadi penarikan besar-besaran, apakah perusahaan ini masih bisa survive ?

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian dan penjelasan lebih detail apa itu likuiditas bisa dilihat disini  http://id.wikipedia.org/wiki/Likuiditas .

Risk Based Capital (RBC) yaitu pengukuran kinerja berdasarkan jumlah seluruh kekayaan perusahaan yang diperkenankan (Admitted Asset) dikurangi seluruh kewajiban perusahaan (Liabilities) yang jumlahnya lebih besar dari atau sekurang-kurangnya sama dengan batas tingkat solvabilitas. Selengkapnya lihat disini ttp://id.wikipedia.org/wiki/Rasio_kecukupan_modal

Regulasi pemerintah berdasarkan RBC mengenai kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi diluncurkan ke industri asuransi di Indonesia oleh Pemerintah setempat di tahun 1999. Beberapa perusahaan asuransi sekarang telah berada dibawah pengawasan khusus Pemerintah karena rasio kesehatan RBC mereka tidak memenuhi ketentuan minimum Pemerintah.

Dalam dua kalimat: rasio kesehatan RBC menginformasikan apa kepada kita?

Secara umum, rasio kesehatan RBC adalah suatu ukuran yang menginformasikan tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi. Semakin besar rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Rasio kesehatan RBC suatu perusahaan asuransi pada dasarnya adalah rasio dari nilai kekayaan bersih atau “net worth” perusahaan bersangkutan, yang dihitung berdasarkan peraturan akuntasi standar, dibagi dengan nilai kekayaan bersih, yang dihitung kembali dengan mengikutsertakan resiko-resiko pemburukan yang mungkin terjadi.

Pengikutsertaan resiko-resiko pemburukan yang mungkin tersebut merefleksikan adanya ketidakpastian yang dihadapi oleh perusahaan dalam aktivitas sehari-harinya, misalkan saja kemungkinan jatuhnya nilai aset secara jangka pendek akibat investasi pada instrumen yang lebih beresiko, demikian pula kemungkinan naiknya tingkat hutang akibat perkembangan yang tidak menguntungkan di masa depan dalam hal tingkat suku bunga, tingkat kematian, tingkat putus kontrak, dan lain sebagainya.

Nilai kekayaan bersih yang ke dua, sebagai penyebut dari rasio tersebut, sebenarnya merupakan besaran yang semula disebut sebagai Risk Based Capital, karena berupakan besaran nilai kekayaan bersih, atau Capital, yang dihitung secara Risk Based.

Perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia harus melaporkan rasio kesehatan RBC mereka ke Pemerintah secara kwartalan, dan ketentuan minimum yang ada sekarang bagi rasio tersebut adalah 120%, satu peningkatan sejak ketentuan minimum rasio tersebut dikenalkan sebesar 15% di tahun 1999.

Semakin tinggi rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat perusahaan bersangkutan – dan semakin tenang anda dapat tidur mengetahui bahwa keamanan finansial anda terjaga dengan baik.

Bagaimana dengan AIA Financial ?  Tentu dalam memilih perusahaan dalam berbisnis atau  bekerja, saya tidak sembarangan. Saya harus yakin dahulu kalau perusahaan itu adalah perusahaan yang kuat dan bonafit. Dan AIA Financial menjawab semua keraguan itu.

Di Indonesia berdiri sejak tahun 1983 dengan asset lebih dari Rp. 15 Triliun, Rasio Liquiditas lebih dari 400% dan tingkat RBC lebih dari 300% dan sudah bekerja sama dengan berbagai Bank Swasta Nasional termasuk BCA, CIMB Niaga, BII, Bank Permata, Bank Ekonomi, Bank Bamiputera, Citibank, Rabobank, Commonwealth, Kantor POS, dll.

Dilihat dari 4 hal yang saya ceritakan di atas, hal itu membuktikan jika AIA Financial adalah perusahaan yang besar dan kuat dan terus tumbuh dan berkembang di Asia Pasifik.  Sesuai dengan Misi dari AIA Financial yaitu menjadi penyedia jasa keuangan yang paling dibutuhkan dan terpercaya di Indonesia. Kami akan menjadi pemimpin di setiap jalur usaha dengan menawarkan beragam produk & layanan yang fleksibel, inovatif dan bernilai tinggi; melalui berbagai jalur distribusi yang terbaik di Indonesia.

Tunggu apa lagi, yuk percayakan perencanaan dan pengelolaan keuangan anda di AIA Financial.

Lihat juga website resmi dari AIA Financial  http://www.aia-financial.co.id